Bupati PALI, Ir. Heri Amalindo MM, Pimpin Upacara Hari Santri Nasional (HSN) Ke-III Tahun 2019

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Bupati PALI, Ir. Heri Amalindo MM, Pimpin Upacara Hari Santri Nasional (HSN) Ke-III Tahun 2019

MEDIA DETIL 1
Jumat, 29 November 2019

INVESTIGASINEWS. CO
PALI SUMSEL - Ir. H. Heri Amalindo, MM, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-III, tahun 2019 di halaman kantor Pemkab PALI, Selasa 22/10/2019.

Turut hadir dalam upacara tersebut, selain ratusan santri se-Kabupaten PALI juga diikuti oleh para kyai, tokoh agama, TNI, Polri dan OPD Pemkab PALI.

Bupati PALI, H. Heri Amalindo menyampaikan, bahwa hari santri merupakan babak baru dalam sejarah umat islam indonesia sebagai wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat islam, khususnya bagi kalangan santri.

“Resolusi jihad adalah seruan ulama santri yang mewajibkan setiap muslim indonesia untuk membela kedaulatan tanah air dan mempertahankan kemerdekaan indonesia," kata Bupati dalam sambutanya.

Resolusi jihad itu lanjut Bupati, telah melebur sekat-sekat antara kelompok agamis, nasionalis, sosialis dan seterusnya, di kalangan bangsa indonesia yang beragam latar belakang.

Bupati juga mengatakan, resolusi jihad telah menyeimbangkan spiritualis individu yang bersifat vertikal atau hablum minallah, dengan kepentingan bersama yang bersifat horizontal atau hablum minannas, melalui fatwa ulama yang menundukkan nasionalisme sebagai bagian dari sikap religius.

“Hari santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi islam di Indonesia," tutur Bupati.

Sementara H. Hasannudin, S.Ag.,H.M.I. kepala kantor Kementerian Agama kabupaten PALI usai upacara kepada sejumlah Media mengatakan, bahwa perkembangan pondok pesantren di kabupaten PALI sangat pesat.

Kerena sebelumnya menurut Hasannudin, hanya ada tiga Pondok Pesantren, namun kini sudah ada 15 Ponpes yang tersebar dibeberapa kecamatan se-kabupaten PALI, dan jumlah santri yang awalnya hanya 400 orang, kini sudah mencapai lebih dari 3000 orang santri.

"Diharapkan para santri terus menyuarakan hidup damai serta menekan lahirnya konflik ditengah-tengah keragaman masyarakat, dan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten PALI, khusus Pak Heri Amalindo yang telah merespons penuh kegiatan peringatan hari santri," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu pula Hasannudin mengajak putra putri PALI untuk menjaga kesatuan dan persatuan Bangsa dan saling menghargai satu sama lain.

“Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun," ajaknya sembari mengakhiri pembicaraan.***adv.mh