Warga Pertanyakan Kebersihan di Kelurahan Sengeti

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Warga Pertanyakan Kebersihan di Kelurahan Sengeti

MEDIA DETIL 1
Minggu, 13 Oktober 2019

INVESIGASI NEWS.CO.
SENGETI. Ahad 13/10/2019. Banyaknya tempat pembuangan sampah yang tidak terawat dan juga minimnya SDM masyarakat, tentang dampaknya sampah yang dibuang di sembarang tempat membuat permasalahan sampah adalah permasalahan besar bagi pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi khususnya di Kelurahan Sengeti.

Seperti yang disampaikan warga setempat kepada wartawan INVESTIGASINEWS.CO, ia mengeluhkan tentang sampah yang berbau busuk dan tidak enak di pandang mata.

Kepada INVESTIGASINEWS.CO, Ahad 13/10/2019, ia mengatakan, "Cobalah pihak-pihak terkait itu melihat di lapangan tentang sampah yang berbau busuk dan tidak enak dipandang mata, terutama di Keluharan Sengeti ini. Tolong segera dibersihkan dan diadakan tong-tong sampah yang layak supaya masyarkat tidak membuang sampah sembarangan demi kebersihan kota", ujar salah seorang warga, sebut saja Polan, (ia berpesan nama tidak disebutkan-red).

Dalam hal ini, Polan juga meminta kepada pihak pemerintah dan kepada dinas yang terkait tentang kebersihan agar dapat segera mengatasi permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat .

"Janganlah pemerintah 'tutup mata'  tentang persoalan sampah dan terpenting kota Kelurahan Sengeti Kecamatan Sekernan harus lebih bersih lagi kedepannya", harap Polan.

Di hari ulang tahun Kabupaten Muaro Jambi yang ke 20 tahun ini, Pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi harus menganggap persoalan sampah dan kebersihan kota Sengeti adalah hal yang sangat penting. Sebab banyak pegawai pemeritahan yang setiap hari melintas dan melihat langsung, bagaimana Kota Sengeti dan penanganan sampah yang belum maksimal.

Wartawan INVESTIGASINEWS.CO mencoba konfirmasi kepada pihak terkait atas permasalahan sampah, namun pihak terkait sampai berita ini dinaikkan, belum memberi keterangan resmi.***nurdin