Merasa Terancam, Seorang Wartawan Muara Enim, Laporkan Oknum Diduga Anggota DPRD Muara Enim

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Merasa Terancam, Seorang Wartawan Muara Enim, Laporkan Oknum Diduga Anggota DPRD Muara Enim

Selasa, 24 September 2019

INVESTIGASINEWS.CO
Muara Enim. Senin 23/09/2019. Merasa dirinya terancam, salah seorang wartawan, Ari Firmansyah (24th) laporkan terduga oknum anggota DPRD Kabupaten Muara Enim ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Muara Enim.

Laporan tersebut dilakukan lantaran korban yang merupakan wartawan dari media kordanews.com mendapat ancaman dari orang yang tidak dikenal saat dirinya berada di tempat karaoke yang ada di Kota Muara Enim, Ahad 22/09/2019 sekitar pukul 01.00 WIB.

Dijelaskan Ari, saat kejadian sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya sedang duduk di tempat karaoke, namun tiba-tiba dirinya dihampiri oleh terduga oknum anggota DPRD Kabupaten Muara Enim (dalam LP nama terlapor masih 'DALAM  LIDIK').

Oknum tersebut langsung menanyakan identitas Ari dan langsung menuduh Ari sedang mengambil photo oknum terlapor, dan oknum tersebut langsung membentak Ari untuk meminta membuka HP miliknya.

"Ngapo kau moto-moto aku, buka hp kau sekarang! (Kenapa kamu mengambil gambar saya, buka handphone kamu sekarang!-red)," ujar Ari saat menirukan apa yang dikatakan terlapor.

Dijelaskan Ari, "Posisi ruangan saat itu hanya ada lampu disco yang minim pencahayaan, jadi mana bisa mengambil photo kecuali menggunakan lampu flash", terangnya.

Saat terjadi cekcok mulut, lanjut Ari, datang salah seorang temannya dan langsung mendorong dirinya, dan orang tersebut akan memukul, namun langsung dipisahkan oleh rekan-rekan yang ada disana.

"Disaat itu aku didorong oleh rekannya, dan saat rekannya itu mau mukul, langsung dipisahkan oleh teman-teman yang ada di lokasi. Saya mendengar ada sayup-sayup kata 'cari orang itu, selesaikan'. Tapi kata-kata itu kurang jelas siapa yang bilang karena posisi sedang ricuh," tambah Ari.

Sesudah kejadian dirinya langsung diamankan oleh rekan-rekan yang ada di sana dan diminta untuk pergi.

"Ya aku diamankan, dan pergi lewat belakang. Saat ini aku posisinya merasa terancam karena perbuatan orang yang tidak dikenal itu," tukasnya.***aji