Pipa Minyak PT CPI Bocor. Warga Minas Kaget. Takut Seperti Lumpur Lapindo

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pipa Minyak PT CPI Bocor. Warga Minas Kaget. Takut Seperti Lumpur Lapindo

Jumat, 15 Februari 2019

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Jum'at 15/02/2019. Warga Kampung Minas Timur kaget melihat langsung kebocoran pipa milik PT Chevron Pasivic Indonesia (CPI) Distrik Minas, yang berada di Jalan Lintas Minas Perawang, kilometer 6 Kampung Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, sekira pukul 14:30 WIB siang tadi.

"Awalnya kita tidak tahu mas, tiba-tiba muncul semburan berwarna kuning, tak berselang lama kemudian cairannya  berubah berwarna hitam seperti minyak. Karena panik, tadi warga yang lewat langsung menghubungi pihak PT Chevron," sebut Siren (18th) dengan wajah pucat.

Dijelaskannya, semburan cairan berwarna hitam itu berhenti, ketika pihak PT Chevron tiba di lokasi setelah 1 jam kejadian.

"Setelah satu jam nyembur, akhirnya cairan itu berhenti saat orang PT Chevron datang. Kaget saya mas, kirain ada kebakaran, kerna berasa. Ini pertama kalai saya lihat semburan bocor seperti itu mas, merasa ngeri takut seperti lumpur lapindo yang ada di berita-berita di TV itu," ucapnya lagi.

Sementara, Jasmin Huta Gaol (40th) yang merupakan warga sekitar yang tanamannya terkena semburan minyak bercampur air itu mengatakan, bahwa dirinya berharap ganti rugi dari pihak PT CPI pasalnya akibat semburan minyak itu, tanaman muda beserta tanaman sawit warga sekitar, diperkirakan akan terancam gagal panen.

"Kita berharap mas, tanaman saya itu di ganti rugi sama chevron, saya gak tahu awal kejadiannya seperti apa, karena saya sedang tidak di rumah tadi mas. Saya tahu dari tetangga saya. Tiba-tiba saya lihat tanaman saya sudah rusak kena semburan minyak itu mas," ujarnya.

Kapolsek Minas, Kompol Birma Naipospos yang tampak memantau kebocoran tersebut di TKP kepada awak media INVESTIGASINEWS.CO mengatakan, bahwa kemungkinan ada yang keropos.

"Jika kita lihat kebocoran ini diakibatkan karena pipanya sudah ada yang keropos, sebab tertimbun tanah. Dan kita lihat pipa ini bocor dan mengandung banyak air bercampur minyak mentah, kita rasa ini terjadi karena mungkin kurang perawatan terhadap pipa ini," sebut Kapolsek Minas,  Kompol Birma Naipospos.

Sementara itu, dari pihak PT CPI, Sonitha Poernomo Manager Corp. Communication PT CPI ketika dikonfirmasi oleh wartawan INVESTIGASINEWS.CO MENGATAKAN telah mengambil tindakan.

"PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) telah mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengisolasi kebocoran dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kami menghimbau semua pihak untuk mematuhi jarak aman minimum, berupa ruang terbuka antara pipa penyalur dengan bangunan/ tanaman sekitarnya yang dihitung dari sisi terluar pipa ke kiri dan kanan, adalah 9 meter. Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan operasi migas yang aman, andal dan ramah lingkungan dengan cara mematuhi semua peraturan yang berlaku dan arahan yang diberikan." paparnya.

Pantauan Awak media di TKP tampak beberapa karyawan PT CPI mengeruk tanah yang terkena semburan minyak tersebut guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran dan lain sebagainya.***i