Jalan Penghubung Kampung Merangkai-Sialang Sakti Kecamatan Dayun, Rusak Parah, Warga Pertanyakan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Jalan Penghubung Kampung Merangkai-Sialang Sakti Kecamatan Dayun, Rusak Parah, Warga Pertanyakan

Jumat, 22 Februari 2019

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Jumat 22/02/2019. Jalan Penghubung Kampung Merangkai-Sialang Sakti Kecamatan Dayun rusak parah. Jalan tersebut tak pernah tersentuh perbaikan. Bahkan kerusakan jalan ini kerap membahayakan masyarakat yg melintas ketika musim hujan telah tiba.

Jalan penghubung antar kampung ini  sangat dibutuhkan oleh masyarakat, di karenakan para pelajar yang ingin menimba ilmu di SMU dan MA (Madrasa Aliah) ke kampung sialang.

"Jika jalan penghubung ini bagus, jarak tempuh merangkai sialang sakti hanya lima menit. Akan tetapi dikarenakan jalan rusak parah dan susah untuk dilewati masyarakat, terpaksa kalau mau ke sialang sakti, banyak warga sekarang harus memutar melewati dua kampung yakni teluk merbau dan sawit permai", tutur salah seorang warga kepada INVESTIGASINEWS.CO, Jumat 22/02/0219, sebut saja Polan (nama minta disamarkan-red).

Polan juga mengatakan, "Lewat jalan sana lebih bagus, karena sebagian sudah teraspal. Walaupun demikian untuk mencapai kampung sialang sakti memakan waktu 45 mnt dan sering para pelajar terlambat masuk sekolah", tambahnya.

Pantauan INVESTIGASINEWS.CO di lapangan, panjang jalan penghubung kampung yg rusak membentang lbh kurang 5 km yg berkondisi berkultur tanah yang berlobang-lobang dan bebatuan, sehingga susah untuk dilewati, jangankan mobil, kendaraan roda dua saja susah mau lewat. Terpaksa masuk jln tikus di dlm kbn sawit milik warga.

Jumat 22/02/2019, ketika dikonfirmasi Kades Kampung Merangkai, Muklasol, kepada INVESTIGASINEWS.CO, mengatakan bahwa, setiap musrembang selalu memasukkan RAB jln penghubung kampung tetapi sampai saat ini belum terealisasi.

"Benar mas, hampir setiap tahun dalam Musrenbang selalu kami usulkan, ada sekitar 5 kali, namun sampai hari ini tidak pernah masuk dalam Anggaran" ujar Muklasol.

Ia juga menyampaikan bahwa selain jalan susah untuk dilewati, anak-anak sekolah yang menimba ilmu ke sialang sakti, terpaksa anak-anak kalau ke sekolah memutar jalan.

"Kasihan anak-anak sekolah, mereka terpaksa berputar jalan melewati kampung Teluk merbau, untuk mencapai di sekolahnya di Sialang Sakti", tambahnya.

Muklasol dalam waktu dekat ini juga akan melobi pihak lain, agar sementara waktu bisa diperbaiki secara swadaya.***sumaryadi