Elpando, Warga Minas Siak, Menderita Lumpuh, Kurang Mampu, Butuh Berobat Butuh Pertolongan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Elpando, Warga Minas Siak, Menderita Lumpuh, Kurang Mampu, Butuh Berobat Butuh Pertolongan

MEDIA DETIL 1
Rabu, 28 November 2018

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Rabu 28/11/2018. Salah satu rumah warga kurang mampu, di kawasan RT 02 RK 02 Dusun Ukai Kampung Karo, Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Elpando Alexander (17th), diketahui menderita sakit lumpuh di bagian kakiknya yang tampak mengecil dan tidak bisa di fungsikan sama sekali untuk berjalan.

Pantauan INVESTIGASINEWS.CO, selain menderita lumpuh, Elpando juga berasal dari keluarga yang kurang mampu dan sudah tidak memiliki seorang ayah lagi. kini keluarga itu hanya ditopang oleh seorang ibu yang tangguh bernama, Ernawati Br Tarigan (38th).

Ernawati Br Tarigan kepada INVESTIGASINEWS.CO, mengatakan, "Anak saya menderita seperti ini sudah ada kisaran dua tahun, dan saya sendiripun kurang tau ini penyakit apa namanya, sebab belum pernah di periksakan kedokter, karna kami gak punya uang untuk kedokter, cuma inilah seperti yang mas lihat, kondisi anak saya ini tidak bisa berjalan," ucap Ernawati dengan sedih.

Ernawati juga sangat berharap khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Siak agar mau sedikit membantu meringankan beban hidupnya yang dirasanya cukup berat itu.

"Saya berharap mas, ada bantuan dari pemerintah, agar dibantu berobat. Supaya anak saya ini bisa sembuh, supaya dia bisa jalan. Sebenarnya saya kepingin membawa anak saya ini berobat, tapi saya tidak punya uang mas. Apalagi saya sudah tidak punya suami lagi. Hanya saya sendiri yang bekerja dan mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga kami ini", tuturnya.

Melanjutkan, "Saya punya anak 4 orang, yang satu memang sudah berumah tangga yang 3 lagi belum, sementar yang paling kecil masih sekolah, sementara saya pun hanya bekerja sebagai buruh tani di kebun orang, yang penghasilan-nya tidak menetap. Terkadang dalam satu minggu itu hanya ada tiga hari kerja, bahkan kadang tidak ada sama sekali, tidak menetaplah," ungkapnya dengan nada sedih nerharap bantuan.***ih