Ceroboh Atau Kurang Kokoh, Tembok Pagar RSUD Ini Roboh

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ceroboh Atau Kurang Kokoh, Tembok Pagar RSUD Ini Roboh

Minggu, 25 November 2018
Laporan Kepala Perwakilan Sumatera Selatan: Mahessa Dewata
INVESTIGASINEWS.CO
PALI-SUMSEL. Ahad 25/11/2018. Diduga akibat pembangunan proyek drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU), kurang perhitungan tehknis, mengakibatkan pagar tembok Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel, roboh.

Terkait robohnya tembok pagar belakang RSUD PALI tersebut, Tim INVESTIGASINEWS.CO langsung mengecek ke lapangan, dan benar di sana sedang ada proyek pembuatan drainase.

Dan dari pantauan tim media INVESTIGASINEWS.CO, lagi-lagi proyek pengerjaan pembangunan yang menggunakan anggaran negara tersebut tidak adanya plang atau papan nama di sekitar proyek pembangunan tersebut,

"Lagi - lagi kontraktor melalaikan undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Tentang Informasi Publik (KIP) harusnya setiap pengerjaan proyek apapun bentuknya 'WAJIB' memasang papan plang agar masyarakat tahu dana itu berasal dari mana, nilai kontraknya, masa pengerjaanya. Karena uang digunakan itu berasal dari uang rakyat, harusnya pihak PU PALI meberikan teguran keras terhadap kontraktor dan bila perlu jangan diberi lagi proyek" ujar Manto, masyarakat setempat, Ahad 25/11/2018.

Direktur Rumah Sakit dr. Hj. Tri Fitriyanti saat dikonfirmasi INVESTIGASINEWS.CO melalui WA-nya mengatakan, bahwa ia belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya.

"Pagar tembok RSUD yang roboh saya tau, dan untuk mengetahui secara tekhnis langsung ke dinas PU, kalau ada yang menyatakan robohnya tembok tersebut berasal dari tong plastik penampungan air jelas tidak mungkin, pada saat itu tong plastik tersebut sedang kosong karena air PDAM tidak hidup. Hal itu bisa dibuktikan dengan tong penampung air itu tidak pecah, sedangkan tong plastik tersebut sama seperti balon kalau kosong tentu saja akan mantul, dan kalau berisi air pasti akan pecah", ujarnya.

Dr.Tri Fitriyanti juga menambakan, "Tong plastik penampung air itu sudah lama ada disitu dan bobotnya hanya berkisar 2 ton,bisa dilihat bahwa penampung air sama tiang penyangganya tidak rusak masih utuh dan tidak bengkok", pungkasnya, Ahad sore (25/11/2018).

Sementara, Ir. Etty Murniati selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten PALI, mengatakan, "Tidak usah dipermasalahkan penyebab nya, agar tidak ada yang saling salahkan. Yang penting semua kegiatan akan terus berjalan. Mengenai tembok juga pasti akan diperbaiki. Tksh", ujarnya singkat via whats app miliknya.***mh