INVESTIGASINEWS.CO
KOTA. Satu kedai kopi terkenal di Pekanbaru ditutup sementara waktu. Walikota Pekanbaru Firdaus MT dan beberapa warga mual-mual setelah menikmati makanan dari sana. Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT mengalami keracunan makanan yang dipesan dari kedai kopi terkenal, Kimteng di Pekanbaru. Imbasnya, Kimteng sebagai icon kedai kopi ternama di Pekanbaru akhirnya ditutup sementara.
Penutupan kedai kopi di Pekanbaru itu, berdasarkan surat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Pekanbaru, perihal 'Surat Pencabutan Sertifikat Laik Sehat'. Isi dalam surat tersebut, berdasarkan surat BBPOM RI tertanggal 19/07/2017, tentang hasil pengujian sampel roti bakar. Di surat itu disampaikan kepada pengelola kedai kopi Kimteng pencabutan sertifikat laik sehat sejak surat tertebitkan pada 24/07/2017. Kedai kopi ini dapat kembali diterbitkan sertifikat laik sehatnya setelah dua persyaratan dilakukan.
Pertama, dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan oleh tim pengawasan pangan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan dinyatakan kedai kopi layak sehat. Keduanya, adanya hasil pemeriksaan laboratorium pangan dari BBPOM yang menyatakan hasil pengujian aman dari pencemaran. "Sebelum kedua syarat diatas belum terpenuhi makan kedai kopi Kimteng dilarang untuk mengedarkan, menjual dan memasarkan," tegas surat tersebut. Surat itu diteken, Kadis Kesehatan Pekanbaru, Helda Suryani Munis.
Secara terpisah, Kadiskes Pekanbaru Helda saat dikonfirm, Selasa 25/07/2017, membenarkan surat tersebut. "Benar, mulai hari ini kedai kopi Kimteng tutup sementara. Baik yang ada di Kec Senapelan, dan yang ada di mal," kata Helda.
Helda menyebutkan, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT mengalami keracunan makanan pada 05/07/2017 saat ada acara di lingkup Pemkot Pekanbaru. "Jadi waktu itu Pak Wali pesan makanan yang didatangkan dari Kimteng. Pak Wali makan roti bakar, sesudahnya merasa mual," kata Helda.
Namun demikian, kata Helda, saat itu belum berpikir ke arah makanan yang dibeli dari Kimteng. Beberapa hari kemudian, warga juga ternyata mengalami hal yang sama. "Dari laporan warga yang mengalami hal yang sama itulah, akhirnya kita mencoba melakukan peninjauan di lapangan. Setelah ada kasus lainnya, barulah ada kesimpulan bahwa Pak Wali juga mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan warga lainnya," kata Helda.***detik
Most Popular
-
Foto: Revitalisasi SD Inpres Marobola Dimulai, 9 Fasilitas Pendidikan Dibangun dengan Anggaran Rp1,55 Miliar. MANGGARAI TIMUR,...
-
Foto: Pemdes Secanggang: Surat Tanah Indra Prasetyo dan Suharmoko Tak Tercatat, Dugaan Pemalsuan Akan. Dilaporkan. INVESTIGAS...
-
Foto: Muslan Pimpin PODSI Siak 2026–2030, Bidik Prestasi dan Medali Lebih Banyak. INVESTIGASINEWS.CO | SIAK – Sebanyak 29 pen...
-
Foto: HUT ke-27 Kabupaten Siak, Bupati Paparkan Capaian Pembangunan. DPRD Gelar Rapat Paripurna. INVESTIGASINEWS.CO | SIAK – ...
-
Foto: Dugaan Pungutan SPP Rp60 Ribu di SMKN 2 Rantau Utara dan Pengelolaan Dana BOS Disorot Warga. INVESTIGASINEWS.CO | LABUHA...
-
Foto: PALI Langkat Berduka, Wartawati Senior Juriah Tutup Usia. INVESTIGASINEWS.CO | LANGKAT – Keluarga besar Persatuan Wart...
-
Foto : Resbob tersangka ujaran kebencian Suku Sunda saat ditangkap Polisi di Kota Semarang. INVESTIGASINEWS.CO Jawa Barat - Al...
-
Foto: Ketika Silaturahmi Dianggap Pengkhianatan: Di Mana Batas Loyalitas dalam Organisasi? Oleh: Japridal, S.H. INVESTIGASIN...
-
Foto: Batalnya Musorprovlub, PSTI Riau Buka Pendaftaran Ketua Umum Baru INVESTIGASINEWS.CO | RIAU - Panitia Pemilihan membuka...
-
Foto: Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, Warga Dusun Kajuata Desa Golo Lebo NTT Harus Tempuh Medan Ekstrem Sejauh 2 Kilometer. I...
Video InvestigasiNews.co
https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured
Video Terpopuler
https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf
Berita Terkini
Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, Warga Dusun Kajuata Desa Golo Lebo NTT Harus Tempuh Medan Ekstrem Sejauh 2 Kilometer
Foto: Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, Warga Dusun Kajuata Desa Golo Lebo NTT Harus Tempuh Medan Ekstrem Sejauh 2 Kilometer. I...
Komentar