DBH Siak Minim, Syamsuar Minta Optimalkan PAD Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


DBH Siak Minim, Syamsuar Minta Optimalkan PAD Siak

MEDIA DETIL 1
Rabu, 12 Juli 2017
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Karena menurunnya DBH pusat ke daerah, tidak ada jalan lain, Pemkab Siak harus mengoptimalkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah terhadap sejumlah sektor yang berpotensi menghasilkan. Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Siak.

Demikian disampaikan Bupati Siak Syamsuar saat ditemui sejumlah awak media usai melantik pimpinan pejabat tinggi Pratama, Pejabat Admintrator dan Pengawas pada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Siak beberapa waktu lalu. Menurut Syamsuar, karena Kabupaten Siak salah satu daerah destinasi wisata di pulau Sumatera, dengan panorama alam yang sangat layak untuk di kembangkan dan tidak kalah menariknya dengan daerah lain, sejatinya potensi PAD juga bergelimang dan harus dioptimalkan.

Apalagi kata Syamsuar, pengembangan potensi wisata terutama wisata alam seperti Air, Pantai dan Hutan Mangrov serta yang tidak ketinggalan wisata religi dan wisata kuliner yang menjadi andalan di daerah setempat sudah berjalan. "Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita untuk kesulitan menggali sumber PAD. Karena semua sudah terpampang, tinggal niat dan kemauan kita lagi," kata Syamsuar.

Sementara, salah seorang warga Tualang, Pak Anto, menyampaikan, "Dilihat dari PAD terkait keberadaan sangkar burung walet, hingga kini sangat memprihatinkan. Jumlah usaha sarang burung walet di Kabupaten Siak cukup banyak. Ada ratusan hingga mencapai seribu lebih gedung yang peruntukkannya digunakan sarang walet. Hanya saja, dari sisi kontribusi kepada pendapatan daerah Kabupaten Siak usaha sarang walet minim, bahkan zero. Sangat ironis dan sulit diterima akal sehat", katanya Rabu 12/07/2017 di Tualang.

Hasil penelusuran INVESTIGASINEWS.CO di lapangan, kosongnya pendapatan PAD Siak yang disumbangkan dari usaha budidaya sarang walet ini lantaran hasil yang diperoleh dari restribusi dan pembayaran lainnya terkait burung walet ini, sudah dibayar per tri wulan oleh pengusaha, namun diduga raib. Ironis.***sy

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Riyan Pertanyakan Pembatasan BBM dan PP 45/2008

Foto: Riyan Pertanyakan Pembatasan BBM dan PP 45/2008. INVESTIGASINEWS.CO Banten - Riyan, Retailer PT Kerojimas Utama yang berlo...