Tim Satgas Stunting Rohul Gelar Gerakan Pengukuran & Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Tim Satgas Stunting Rohul Gelar Gerakan Pengukuran & Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024

Jumat, 14 Juni 2024
Foto: Tim Satgas Stunting Rohul Gelar Gerakan Pengukuran & Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024.

INVESTIGASINEWS.CO
Rohul -  Tim Satgas Stunting Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Tahun 2024 secara daring melalui platform Zoom. Acara ini berlangsung di Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, tepatnya di Pos Yandu Melati. Kamis (16/06/2024).


Acara ini dihadiri oleh Sekda Rokan Hulu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) dr. Bambang Triono, MM,Pj. Kepala Dinas Kesehatan drg. Septien Asmarwiati, M.Kes, Camat Rambah Samo serta anggota TP. PKK Rambah Samo dan TP. PKK Pokja 4.

Setelah mengikuti sesi Zoom, Kepala Dalduk-KB melalui Pj. Kepala Dinas Kesehatan, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu.

"Angka stunting tahun 2023 sebesar 15,9 persen, turun dari 22 persen pada tahun sebelumnya, dan jauh lebih rendah dibandingkan 50,8 persen pada tahun 2013," ungkap Septien.

Drg. Septien menekankan bahwa capaian ini menunjukkan penurunan angka stunting sebesar 43 persen dalam dekade terakhir, dengan rata-rata penurunan tahunan sebesar 3,9 persen.

"Hasil ini menunjukkan kerja keras dan upaya bersama dari berbagai pihak dalam menangani masalah stunting di daerah kita," tambahnya.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pula penimbangan bayi dan pemeriksaan kesehatan terhadap 39 balita serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia," ujar Pj. Dinkes Rohul.

Penurunan angka stunting di Rokan Hulu tidak terlepas dari berbagai program dan intervensi yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan para mitra kerja. Program-program tersebut meliputi pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi dan sosialisasi mengenai gizi dan kesehatan kepada masyarakat.

Pj. Kepala Dinas Kesehatan juga menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting.

"Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai target penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa depan," jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan stunting, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang mendukung pencegahan stunting demi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Rokan Hulu," pungkasnya mengakhiri.***Adv.Kaliun

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

SMP Negeri 14 Manado Mengadakan A MPLS 15-18 Juli 2024

Foto: SMP Negeri 14 Manado Mengadakan A MPLS 15-18 Juli 2024. INVESTIGASINEWS.CO Manado - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ata...