Jalan Rusak Parah, Diduga Akibat Angkutan Langsir Buah Sawit Ribuan Ton Milik Pengusaha

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Jalan Rusak Parah, Diduga Akibat Angkutan Langsir Buah Sawit Ribuan Ton Milik Pengusaha

Rabu, 30 November 2022
Foto: Tampak kondisi jalan yang rusak.

INVESTIGASINEWS.CO
Langkat - Sedikitnya ada 100 KK warga masyarakat yang terdampak langsung akibat 2 KM lebih jalan rusak, berlumpur dan berlobang dalamnya seukuran ban truk roda enam, akibat langsiran buah sawit setiap harinya mencapai 30 ton perhari, kalau perbulannya diperkirakan mencapai hingga ribuan ton buah sawit yang dilangsir melintasi jalan tersebut.
                          
Di musim hujan hampir tiga bulan terakhir ini, aktivitas masyarakat seperti anak sekolah, pedagang dan warga setempat yang hendak melintasi jalan tersebut merasa terganggu akibat jalan yang rusak dan berlubang lubang itu.

Minimnya perhatian pengusaha perkebunan sawit dari luar, untuk berkontribusi merawat jalan perkebunan kelapa sawit itu menyebabkan jalan semakin rusak dan berlubang serta berlumpur, hingga sangat resahkan masyarakat Dusun X Paluh Baru, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumut, Selasa (29/11/2022).

Fadil warga setempat ketika dikonfirmasi mengatakan, sudah berjalan hampir tiga bulan lamanya musim hujan, 
jalan jalan tambah rusak berlobang dan berlumpur.

"Sudah tau jalan rusak beginipun setiap hari tetap dilalui oleh pengusaha perkebunan  untuk melangsir buah sawit setiap harinya , dengan memakai Pick Up ada 5 unit dan Golak Golak ada 4 unit," terang Fadil.

Menurut informasi ada sekurangnya tiga pengusaha beralih menggunakan akses melangsir buah sawit dengan memakai jalur sungai memakai Bot (sampan bermesin). Terkesan lari dari tanggung jawab untuk merawat jalan yang rusak.

Keberadaan perkebunan sawit menurut sumber masih berada di daerah kawasan hutan produksi (Diduga tidak memilik ijin), namun sangat disayangkan pihak pengusaha terkesan sangat minim perhatiannya kepada masyarakat untuk merawat jalan yang dilaluinya tersebut,

Hal lain yang juga menjadi perhatian warga masyarakat setempat, terkait para pekerja.

"Para pekerjanya banyak didatangkan dari luar, sedikit sekali memakai pekerja masyarakat setempat", ucap beberapa warga menambahkan.

Perbulan hasil produksi pengusaha perkebunan sawit hampir mencapai ribuan ton, diantaranya HW 100 Ton, AM 200 Ton, HH 150 Ton, Masyarakat lokal rata rata 10 - 30 Ton, HB 60 Ton, B 20 Ton

Sementara ada 3 Pengusaha menggunakan jalur Sungai, di perkirakan 150 Ton.

Berbeda keterangan dari Sutrisno, anggota BPD Desa, Pengusaha memberikan Rp.10/ Kg untuk merawat jalan.

Saat ini ada dua orang pekerja yang sedang merawat jalan hari ini.

"Untuk yang mengutip dari pengusaha di antaranya adalah saya sendiri, Selamat Kadus X Paluh Baru, Yudi, Pak Anto," jelas Sutrisno di warung Su Gondrong  depan Lapangan Bola Kelantan, Desa Pasar Rawa.

"Ada warga yang menemui Kadus menanyakan jalan rusak, namun disayangkan jawabannya terkesan tidak mengenakkan, katanya jalan depan rumah saya pun rusak, sementara Rp.10/ Kg pengusaha perkebunan sawit sudah berkontribusi,"  timpal Ucok Gondrong.

Sorotan warga masyarakat terkait minimnya perawatan jalan bukanlah tampa alasannya, kalau benar-benar Rp.10/ Kg jalan Dusun X Paluh Baru, Desa Pasar Rawa ini tidaklah sampai rusak berlubang lubang dan  berlumpur, sehingga sulit untuk lalui oleh anak sekolah, para pedagang dan warga setempat yang mau beraktivitas sehari-hari nya.

Diminta agar pihak terkait lainnya juga memperhatikan kondisi jalan ini, agar aktifitas warga setempat lancar.***                                                   
Pengirim Berita Kabiro Langkat  : Subur Syahputra