Fajar Lase Tanamkan Pengetahuan KI Melalui Semangat Berkarya dan Berinovasi di SMAN 1 Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Fajar Lase Tanamkan Pengetahuan KI Melalui Semangat Berkarya dan Berinovasi di SMAN 1 Siak

Selasa, 04 Oktober 2022
Foto: Staf Khusus Menkumham Bidang Transformasi Digital Fajar BS Lase menyapa dan memotivasi siswa SMA Negeri 1 Siak.

INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Staf Khusus Menkumham Bidang Transformasi Digital Fajar BS Lase menyapa dan memotivasi siswa SMA Negeri 1 Siak, Selasa (4/10/2022). 

Kehadiran Fajar Lase di sekolah tersebut bertujuan untuk menanamkan pengetahuan mengenai kekayaan intelektual (KI) sejak dini melalui semangat berkarya dan berinovasi.

Di awal mukadimahnya, dia memaparkan, siswa SMA merupakan generasi terbanyak secara global, karena menurut riset Nielsen di 2020, menyatakan bahwa 1 dari 3 orang masuk ke kategori Generasi Z.

"Berdasarkan data BPS 2022, populasi terbanyak di Siak adalah Generasi Z sebanyak 139.035 orang, lalu milenial sebanyak 118.831. Generasi Z itu lahir  setelah teknologi itu ada. Artinya Gen Z merupakan generasi yang lahir dan hidup di zaman teknologi dan sudah bersentuhan dengan teknologi sejak dini," imbuhnya.

Oleh karena itu, Fajar Lase mengajak siswa SMAN 1 Siak mengoptimalkan manfaat teknologi baik untuk pribadi dan masyarakat luas dalam bentuk aplikasi dan desain visual. "Perubahan teknologi  telah menggeser dinamika pasar kerja dan komersil dimana semua sudah memasuki ranah digital," ungkap Fajar Lase.

Disebutkannya, ada banyak cerita sukses anak muda yang dapat mengoptimalkan manfaat teknologi baik untuk pribadi dan masyarakat luas, contohnya Akbar Wicaksono, pendiri W Store.

"Dengan bantuan teknologi saat ini, pendiri W store dapat memberikan layanan social media marketing bagi siapa saja yang membutuhkan. Dari satu contoh itu kita bisa melihat bahwa peluang kerja Generasi Z kemungkinan besar berada pada bidang teknologi informasi. Namun, era digital sekarang diperlukan skill yang lebih luas, karena ranah sosial juga mulai berkembang ke ranah digital. 

Ditambahkannya, produk yang dihasilkan Gen Z seperti aplikasi atau desain visual  merupakan aset yang harus dilindungi. Untuk itu, pemerintah hadir untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap hasil karya intelektual.

"Menurut data sensus pertanian di 2013, hampir 88% Rumah Tangga di Siak mengusahakan tanaman kelapa sawit. Mamun, perlu diingat bahwa kejayaan minyak dan kayu akan segera berakhir, karena hal tersebut adalah bahan baku yang terbatas dan perlu lama untuk diperbaharui, tetapi kekayaan intelektual dari potensi sumber daya manusia itulah yang menjadi kekuatan masa depan kita. Galilah ilmu setinggi-tingginya, jangan pernah malas berpikir dan selalu bersyukur," tutupnya.***rf.d