Berkat Natal 44 WBP Rutan Siak Terima Remisi Khusus Tahun 2021

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Berkat Natal 44 WBP Rutan Siak Terima Remisi Khusus Tahun 2021

Sabtu, 25 Desember 2021
Keterangan gambar : Foto bersama setelah penyerahan Remisi Khusus Natal Tahun 2021 kepada 44 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura.

INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Kepala Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Tonggo Butarbutar secara simbolis memberikan Remisi Khusus Natal Tahun 2021 kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Aula Rutan kelas IIB Siak, Sabtu 25 Desember 2021.

Sebanyak 44 (empat puluh empat) orang WBP mendapatkan Remisi khusus Natal pada tahun 2021, terdiri dari 21 orang mendapatkan Remisi sebesar 15 hari dan 23 orang mendapatkan Remisi sebesar 1 bulan.

Kepala Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura Tonggo Butarbutar, menyampaikan pesan dan amanat dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Bapak Yasonna H. Laoly. Dalam sambutannya, Menkumham menyatakan bahwa Remisi Khusus merupakan hadiah dari pemerintah kepada WBP yang telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan khususnya bagi WBP yang merayakan Natal Tahun 2021. Diharapkan Remisi ini memberikan dampak yang baik kepada WBP agar kelak tidak mengulangi kesalahan kembali.

Selamat hari raya Natal dan tahun baru Karutan Tonggo Butarbutar, ucapkan kepada warga binaan "Remisi merupakan nikmat yang layak saudara terima karena telah memperbaiki diri mejadi lebih baik dan melayani Tuhan dengan baik, itulah pentingnya saudara mentaati segala peraturan dan tidak melanggar sehingga terpenuhinya syarat substantif.

Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia, melalui surat edaran nomor PAS-UM.01.01-97 "Pemberian Remisi Khusus Natal tahun 2021 bagi Narapidana dan anak". Agar dilaksanakan secara mandiri di Lapas atau Rutan pada masing-masing wilayah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

"Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah yang kuasa natal memang perlu kita syukuri, rasa Syukur dalam peringatan hari Natal ini tentunya menjadi milik segenap lapisan Masyarakat pada umumnya dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada khususnya".

Perayaan Natal bagi umat kristiani tahun ini dalam suasana prihatin karena penyebaran wabah covid-19 masih melanda diseluruh dunia.

"Untuk itu melalui Natal ini kita harus mampu mencerminkan kehadiran hikmat Allah, yang kita rayakan dalam kedatangan Kristus, secara esensi, Natal tidak cukup diperingati dalam gemerlapan hiasan atau kemeriahan seremoni semata, Natal membuat kita menjadi Manusia baru, membuat kita semakin dekat dengan Tuhan dan pada saat yang sama memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk mengabadikan diri, Masyarakat dan Negara", tutupnya.***bb