Pemulihan Ekonomi Masih Jadi Prioritas Pembangunan 2022

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pemulihan Ekonomi Masih Jadi Prioritas Pembangunan 2022

Rabu, 20 Oktober 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (18/10/2021) melakukan penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) - Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2022 di Gedung Berlian. Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan bersama 4 pimpinan DPRD Jateng, yakni Sukirman, Heri Pudyatmoko, Ferry Wawan Cahyono dan Quatly A Alkatiri. 

Wakil Gubernur Taj Yasin mengatakan, pada tahun depan, anggaran masih diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi. Pembangunan-pembangunan yang sempat tertunda akibat pandemi covid-19, akan kembali dilanjutkan. 

"Pembangunan kemarin yang sempat tertunda karena adanya pandemi, saat ini Insya Allah kita jalankan untuk dilaksanakan," tuturnya usai mengikuti sidang. 

Pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas, untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis, pertumbuhan ekonomi Jateng kuartal kedua 2021 sudah tumbuh positif di angka 5,56 persen. Meski sudah tumbuh positif setelah dihantam pandemi Covid-19, tetapi masih perlu digenjot. Sebab, Jateng adalah salah satu provinsi yang mendapatkan PR dari pemerintah pusat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen. 

Terkait upaya peningkatan pendapatan daerah yang salah satunya bersumber dari pajak, Taj Yasin menuturkan, pemerintah akan melakukan pemetaan lagi. Pihaknya berharap, masyarakat Jawa Tengah memberikan partisipasi yang baik dalam membayar pajak. 

"Saya berharap partisipasi masyarakat. Jateng ini ya milik panjenengan sedaya. Kalau njenengan semua mau taat pajak, tepat pembayaran pajaknya, sehingga kita bekerja untuk pembangunan dan pemulihan ekonomi segera terwujud," tutupnya.***eko