Lagi-Lagi Proyek Pintu Air di Kecamatan Bungaraya Tak Ada Plang Nama. PPTK Sukarimi: "Mari Kita Sama-sama Saling Mengawasi"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Lagi-Lagi Proyek Pintu Air di Kecamatan Bungaraya Tak Ada Plang Nama. PPTK Sukarimi: "Mari Kita Sama-sama Saling Mengawasi"

Kamis, 14 Oktober 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Baru beberapa hari proyek pintu air yang berada di Kampung Langsat Permai tak ada plang nama, kini hal yang sama terjadi di Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. Proyek pintu air yang baru saja dibangun di Terseir Kampung Tuah Indrapura, terlihat tidak ada plang nama kegiatan, anggaran dari mana, serta ukuran tak jelas.

Melihat hal itu masyarakat menilai dan menduga ada hal-hal yang ganjil dalam proyek tersebut. Seperri yang disampaikan Indra, warga setempat.

"Pembangunan pintu air bukan saja di Langsat Permai yang tak ada plangnya mas, tapi di Kampung Tuah Indrapura juga tak ada Plang. Untuk itu, kalau memang itu pembangunan dari pemerintah, kenapa kok tidak ada plangnya? Seharusnya plang itu ada, sehingga masyarakat bisa tahu bahwa itu benar-benar proyek yang dibangun dari hasil pajak masyarakat dan lain-lain," ungkap Indra, warga Bungaraya, Kamis (14/10/2021)

"Kami berharap kepada penegak hukum agar kiranya bisa cek ke lokasi proyek pintu air yang ada beberapa desa di Kecamatan Bungaraya ini, karena membuat masyarakat menjadi menduga-duga dan terkesan seperti ada keganjilan dalam proyek ini," imbuhnya.

Pj.Penghulu Kampung Tuah Indrapura Nano Suwarno melalui Krani Tuah Indrapura Rian Wahyudi ketika dihubungi melalui telpon selulernya mengakui bahwa proyek pintu air yang ada di wilayahnya sebagian tidak menggunakan plang nama.

"Benar mas, proyek pintu air di Kampung kita memang sebagian tidak ada plang namanya. Pintu air yang dibangun di kampung ini ada 7 unit, dan plang namanya hanya ada satu, jadi setelah jadi pintu airnya, plangnya dipindah lagi ke pintu air yang satunya dan begitu seterusnya," ungkapnya.

Mungkin, kata Wahyudi, yang mengaku lagi tak enak badan itu, proyek pintu air yang difoto itu memang yang lagi belum dipasang plang, karena plangnya masih dipakai untuk pintu air yang lainnya.

"Dari 7 unit pintu air, itu anggaran per Unit nya sama, jadi plang namanya dibuat hanya satu saja, habis siap satu unit nanti dicabut lagi dipasang diunit yang lainnya" jelasnya.

Ketika ditanya, anggarannya berapa per unit pintu air, ia menjawab tidak tahu.

"Kalau anggaran saya tidak tahu berapa, karena saya enggak pernah nanya-nanya," ungkapnya sambil tertawa.

Menangapi masalah Proyek Pintu Air di Kampung Langsat Permai dan Tuah Indrapura yang tidak dipasang plang nama, PPTK Sukarimi ketika dihubungi, mengatakan bahwa, plang nama untuk kegiatan proyek pintu air tidak ada yang mengunakan plang nama, yang ada Plakat yang akan ditempel dibangunan tersebut.

"Semua kegiatan pintu air sekarang mengunakan plakat tidak mengunakan plang nama, dan dalam RAB tidak ada plang nama disitu," jelasnya.

Ketika ditanya, Plakat itu dipasang apa setelah proyek itu jadi? Ia menjawab, iya, plakat itu dipasang setelah bangunan jadi. Dan ketika ditanya, ada beberapa pintu air yang sudah jadi dan tidak dipasang plakat itu bagaimana? Ia menjelaskan, mungkin pihak Gapoktan masih belum sempat untuk memasangnya.

"Setelah saya dapat berita, saya langsung konfirmasi kepada ketua Gapoktan, agar pintu air yang sudah jadi segera dipasang plakatnya, pokoknya ahir November 2021 sudah selesai," ungkapnya.

Sukarimi juga menjelaskan bahwa, pembangunan pintu air di Bungaraya ada sekitar 41 unit, semuanya sudah ada yang dikerjakan juga ada yang masih dalam pengerjaan. 

"Dan terkait izin atau pemberitahuan dengan aparat desa itu semuanya diserahkan sepenuhnya kepada Gapoktan, selain itu, peletakan proyek pintu air ini juga atas usulan Gapoktan, bukan dari Dinas atau dari pihaknya," tegasnya.

Ditanya, proyek pintu air itu anggaran dari mana? Ia menjawab Anggara dari APBD.

"Bangunan Pintu Air itu anggaran sisa dari DAK (Dana Alokasi Khusus) yang tertunda dua tahun yang lalu, cuman sudah di APBD. Dan DAK itu ada Fisik dan Non Fisik, mungkin kalau ada kekurangan sana sini ya harap maklum, namanya manusia kadang silaf," ungkapnya.

"Untuk kegiatan ini sama-sama lah kita tengok dan kita awasi, informasi dari awak media juga kita butuhkan untuk memperbaiki pekerjaan yang sedang berjalan agar lebih baik lagi, dan bila ada yang kurang kita benahi," harap PPTK yang juga sebagai Kabid Pertanian Kabupaten Siak itu.***(Sugianto)