Penghasilan Ojol Ini Menurun, Dampak PPKM Level 4 Hingga Hutang Uang Tetangga Beli Obat Istrinya yang Sakit

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Penghasilan Ojol Ini Menurun, Dampak PPKM Level 4 Hingga Hutang Uang Tetangga Beli Obat Istrinya yang Sakit

Selasa, 03 Agustus 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Kota Batu - Dampak diberlakukannya PPKM Level 4 oleh pemerintah pusat, rupanya kerap dirasakan masyarakat menengah kebawah, seperti halnya para tukang ojek online (ojol) yang ada di Kota Batu. 

Namun, mau tak mau kita semua harus mematuhi aturan dari pemerintah tersebut. Sebab, hal itu dilakukan demi memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. 

Seperti yang diungkapkan keluarga Agus Setyo Budi warga RT.1, RW.11, No.1, Jalan Kelud, Gang Punden, Kaliputih, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. 

Kepada awak media, dirinya menuturkan, jika pendapatannya sejak diberlakukannya PPKM Level 4, saat ini penghasilannya menurun drastis. 

"Ya, penghasilan saya sebagai tukang ojek online terus terang memang menurun. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup. Bantuan dari pemerintah juga tidak seberapa yang kami terima," kata bapak dengan dua anak ini. 

Lelaki asli kelahiran Kota Batu ini juga menceritakan, jika awalnya istrinya tersebut tengah sakit anemia atau hipotensi. 

"Istri saya sejak berobat ke dokter ke daerah Sidomulyo diberi obat. Usai mengkonsumsi obat hingga habis, muncul bercak-bercak di wajah berwarna merah hampir di sekujur tubuhnya. Untuk saat ini, membeli obat lagipun saya mau tak mau terpaksa harus meminjam uang kepada tetangga dan saudara," ungkapnya. 

Saat disinggung sudah dibawa kerumah sakit atau ke dokter untuk berobat, lebih lanjut dirinya menguraikan, bahwa kemarin pada Senin (2/7/2021) dengan dibantu mobil ambulance, ia mengantarkan istrinya ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Batu. 

"Iya kemarin dibantu ambulance, sudah tiga rumah sakit yang kami datangi tapi penuh semua. Akhirnya, istri saya kembali dibawa pulang kerumah. Walaupun sempat di swab antigen, namun hasilnya negatif. Di salah satu rumah sakit terakhir, istri saya disuntik dan diberi obat. Alasan kami bawa pulang kerumah, karena kami tak mampu membayar ongkos biaya rawat inap. Ya, dengan terpaksa saya rawat sendiri dirumah," bebernya. 

Iapun berharap, agar ada bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Batu melalui dinas terkait untuk pengobatan istrinya. 

"Ya, kami berharap adanya bantuan dari pihak Pemerintah Kota Batu, untuk membantu meringankan beban kami sekeluarga, salah satunya dengan perawatan atau pengobatan istri saya," pungkasnya.***Jab