Karhutla di Siak Muncul Lagi. Puluhan Hektar Hutan dan Lahan Terbakar Musnah. Siapa Tersangka?

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Karhutla di Siak Muncul Lagi. Puluhan Hektar Hutan dan Lahan Terbakar Musnah. Siapa Tersangka?

Selasa, 09 Maret 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Aroma khas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah tercium dari jarak 3 kilometer menuju lokasi kebakaran di Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau.

Dari Siak menuju titik lokasi karhutla membutuhkan waktu 2 jam, belum lagi kondisi jalan raya yang rusak parah membuat perjalan semakin lama. 

Jalan setapak bertanah gambut harus ditempuh untuk sampai pada lokasi karhutla. 

Sampai di lokasi, mata tiba-tiba pedih, suara mesin mendengung dan meraung jadi ciri khas tersendiri bahwa di wilayah tersebut terjadi karhutla.

Asap membumbung tinggi bak negeri diatas awan, jarak pandang tidak jauh. Pantauan wartawan luas lahan dan hutan yang terbakar tersebut  mencapai puluhan hektar.

Tampak tim gabungan berjibaku melawan api dan pekatnya asap.

"Mata pedih, nafas sesak di sini mas. Tapi macam mana lagi, dari pada api merambat kemana-mana," ungkap salah seorang warga di lokasi yang tak ingin namanya disebutkan, Senin 08/03/2021.

Sudah tiga hari dia menjaga lahan milik bos nya itu, berbekal mini strike dan ember mereka silih berganti bersama temannya menyiram api.

"Memang ada kanal besar bang, tapi angin membawa terbang bara api dari kayu dan daun sehingga bisa nyebrang ke kebun lainnya," jelasnya dengan mata merah dan berair diakibatkan pedihnya asap karhutla.

Tampak terlihat puluhan anggota Polri dari Polres Siak turut bertungkus lumus memadamkan api.

Memakai baju seragam dinas kepolisian tampak noda hitam di seluruh pakaian mereka karena berjibaku memadamkan api. 

Menutupi rasa letih mereka memadamkan karhutla, tak jarang mereka saling memberi bahan tertawa.

"Biar tak terasa letihnya bang, dari kemarin kami sudah disini mas, dan api harus padam," ungkap Polisi dari Polres Siak berpangkat Bripka. 

Pantauan wartawan dilokasi saat mengelilingi seluruh tempat terjadinya karhutla, berbagai selang dari beberapa tim yang berjibaku di sana tampak membentang dan menyemburkan air untuk memadamkan api.

Kadaops Manggala Agni Siak, Ihsan Abdillah yang juga terjun ke lokasi untuk memadamkan api menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memadamkan api.

Sudah tiga hari timnya berada di lokasi hutan dan lahan yang terbakar tersebut.

"Tim sudah tiga hari di sini. Alhamdulillah kemarin tim terbantu dengan adanya hujan. Saat ini tim sedang melakukan pendinginan," kata Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah di lokasi Karhutla, Senin 08/03/2021.

Disinggung soal luas yang terbakar, Ihsan tak menjelaskan secara rinci namun dikatakannya tim sangat focus pada pemadaman api dan mengejar kepala api agar tidak merambat ke tempat lainnya.

"Kita belum ukur secara pasti, yang paling penting adalah bagaimana api lekas padam agar asap tidak ada di Siak," ungkapnya.

Ditambahkan Ihsan, sumber air yang jauh dan sedikit menjadi kendala tim dalam memadamkan api. Ditambah cuaca yang panas terik.

"Air di sini agak susah, ditambah panas terik begini, jadi tim harus bekerja ekstra," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Damkar Siak Irwan Priyatna menyampaikan bahwa luasan yang terbakar tersebut mencapai 8 hektar.

"Taksiran kita sementara ini masih seputaran 8 hektar, kita tidak bisa menyebutkan luasan yang terbakar itu luas atau kecil kalau belum diukur secara rinci melalui elektronik," kata Irwan.

Ia juga mengatakan, penentuan luas lahan yang terbakar juga bukan ditentukan oleh mengepulnya asap. Malahan, tambahnya, kepulan asap membuat kita tidak melihat titik mana saja yang terbakar dan berapa luasannya.

" Jadi sementara  perkiraannya ya segitu, asap yang terbawa angin menutupi seolah lahan yang terbakar luas," jelas Irwan Priyatna.

Namun saat ini, kata Irwan lebih jauh, di lokasi terbakarnya hutan dan lahan tersebut sudah dibuat sebanyak 50 embung untuk stok air dan sudah dilakukan penyekatan oleh alat Dinas PU Tarukim.

"Soal karhutla di Siak sangat serius ditangani, semua kekuatan dikerahkan agar kebakaran tak meluas. Bahkan alat PU Tarukim selalu siaga untuk membuat penyekatan dan embung," kata Irwan.

Diakui Irwan, tanpa dibantu hujan pada Minggu 07/03/2021 lalu, tim akan kewalahan karena stok air sangatlah minim.

"Kemarin kanal-kanal di tepi itu sudah kering, alhamdulillah dibantu hujan agak terisi dan ada stok air sedikit walau belum memadai, makanya itu alat PU membuat embung yang banyak," ungkapnya.

Sejauh ini belum ada ditemukan tersangka atas terbakarnya hutan dan lahan di Kabupaten Siak ini.***

Laporan: Alft.Umar.Komar.Tim
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO