Ceroboh, Proses Pemakaman jenazah Diduga PDP Covid 19 Nyungsep di Liang Kubur

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ceroboh, Proses Pemakaman jenazah Diduga PDP Covid 19 Nyungsep di Liang Kubur

MEDIA DETIL 1
Kamis, 04 Juni 2020
INVESTIGASINEWS. CO
PALI SUMSEL. Rabu 03/06/2020. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi mengeluarkan surat pernyataan Kematian terhadap Pasien atas nama Sukowati (57th) yang beralamat Jl. pasar Baru Pendopo gang aljana No 26 RT 016 RW 006 Kelurahan Bhayangkara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada 21 Mei 2020 lalu. 

Di dalam surat tersebut almarhumah dinyatakan DM Tipe ll+Oastknhs Rsrif+Anemia+PDP Covid 19 dan pada hari itu juga jenazah almarhumah dimakamkan dengan pemakaman aturan Covid 19.

Pelaksanaan pemakaman dipimpin langsung oleh PLH Ketua Gugus Tugas Junaidi Anwar dan Juru Bicara Covid 19 dr. Zamir Alvi beserta petugas pemakaman.

Namun pelaksanaan pemakaman pada Kamis malam sekira Pukul 22.45 Wib tersebut tampak mencekam, pasalnya terjadi kesalahan prosedural standar Covid 19.

Dari pantauan Tim INVESTIGASINEWS.CO di lapangan yang berhasil menghimpun video rekaman prosesi pemakaman, bahkan detik-detik peti Jenazah Nyungsep ke liang lahat hingga terbuka, dan tampak jelas bagian kepala jenazah tersungkur ke bawah dan kaki di atas.

Hal tersebut sontak menyulut emosi anak-anak dan kerabat almarhumah, yang menyaksikan pemakaman tersebut dengan sumpah serapah.

Dalam tayangan video tampak jelas saat peti jenazah akan diturunkan, salah satu petugas yang menahan tali disudut kepala tidak kuat menahan beratnya beban sehingga peti jenazah jatuh keliang kubur, dan tutup peti terbuka dengan posisi jenazah kepala dibawah kaki diatas. 

Seketika seluruh pihak keluarga yang berada dekat dengan lubang kubur langsung terkejut dengan menjerit histeris melihat kejadian itu.

Luapan emosi dan amarah pihak keluarga dengan mengucapkan kata-kata kasar kepada petugas, mengundang seluruh warga yang hadir mendekati jenazah.

Dengan situasi yang semakin mencekam dan tidak terkendali, petugas pemakaman dari Gugus Tugas mundur teratur menjauhi jenazah.

Saat itulah pihak keluarga yang sudah tersulut emosi masuk kedalam lubang kubur. Mereka berusaha membantu jenazah yang masih posisi tertuncap. Peti jenazah langsung dikeluarkan, kantung mayat dan plastik dilepaskan. 

Mereka tidak memperdulikan lagi apakah mereka akan tertular atau terinfeksi Virus Corona dari jenazah.

Pihak keluarga dan warga langsung melaksanakan pemakaman almarhumah tanpa ada satupun petugas yang mencoba untuk mengingatkan mereka. 

Rencana awal pemakaman akan dilaksanakan standar Covid 19 tetapi akhirnya dimakamkan secara islam. 

Perihal ini dibenarkan oleh pihak keluarga saat dikonfirmasi ke kediamannya (21/05/2020), melalui Eka Kamelia (37th).
Saat kejadian ini dikonfirmasi ke ketua Gugus Tugas penanganan Covid19, Junaidi Anuar, melalui Whats App, nengatakan, "kami melakukan pemakaman berdasarkan rekomendasi dari tim medis, semua itu dilakukan demi keselamatan keluarga dan masyarakat, proses pemakaman kami sudah berusaha standar protokol Covid 19 dengan sebelumnya masing-masing anggota dibrifing dan dilatih dengan melihat cara cara pemakaman di tempat lain, adanya kelalaian dalam pelaksanaan kami atas nama gugus tugas dari hati yang paling dalam mengucapkan mohon maaf kepada pihak keluarga dan masyarakat, semua itu diluar dugaan kami, dan tidak sama sekali faktor kesengajaan, sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Kedepannya kami akan menjadikan pembelajaran", terang Junaidi Anwar yang juga merupakan Plt Kepala BPBD PALI. 

Namun pihak keluarga, Eka Kamelia, kepada awak media, mengatakan bahwa Tim gugus tugas sampai saat ini belum ada itikad baik untuk mendatangi ke kediamannya dan meminta maaf atas kecerobohan dalam melaksanakan pemakaman almarhumah orang tuanya.

Eka Kamelia juga mengatakan, "kami dak senang kami nak ngaduh, dan terkait masalah ini kami sudah serahkan ke kuasa hukum kami untuk menindaklanjutinya", tutupnya, rabu 03 Juni 2020.***Md