Petani Menjerit. Imbas Virus Corona, Harga Karet Merosot Tajam

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Petani Menjerit. Imbas Virus Corona, Harga Karet Merosot Tajam

Rabu, 01 April 2020
INVESTIGASINEWS.CO  BATANGHARI. Rabu 01/04/2020. Masyarakat Bajubang Laut, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mengeluhkan harga karet merosot tajam turun draktis akibat virus corona covid-19 dan harga barang pokok pun meronjak naik, masayarakat khawatir keadaan sentar lagi akan menyambut bulan suci ramadhan.

Para petani karet sangat mengeluh, kebutuhan sehari-hari juga susah karena harga karet tidak setimpal dengan harga bahan pokok.

Salah seorang petani karet Desa Bajubang Laut Kecamatan Muara Bulian, Muhammad Lizan Efendi, mengatakan bahwa ia sangat mengeluh akibat merosot harga karet ini yang jauh sekali menurun sangat draktis.

"Sudah dua minggu ini harga karet turun. Harga sebelumnya masih sekitar Rp 8.000 sekarang turun menjadi hanya Rp 3000", ujar Muhammad Lizan Efendi, Rabu 01/04/2020.
Ia juga sangat mengeluh akibat dampak virus corona ini, semua perusahaan sudah tutup, sementara  bahan sejenis karet juga tidak bisa membantu banyak.

Muhammad Lizan Efendi berharap, mudah -mudahan wabah virus corona ini cepat selesai sehingga harga karet menjadi normal kembali.

"Karena harga karet ini sudah di bawah Rp10 ribu, itu pun blum normal apalagi harga saat ini sampai Rp3 ribu, dan itu semakin merosot. Untuk kebutuhan sehari-hari jika harganya sangat menurun begitu, kebutuhan hidup tidak bisa terpenuhi", tutupnya.***ilham