Presiden Jokowi Bagikan SK Perhutanan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Presiden Jokowi Bagikan SK Perhutanan

Jumat, 21 Februari 2020

INVESTIGASINEWS.CO
RIAU. Jumat 21/02/2020. Disaat kunjungan Jokowi di wilayah taman hutan raya (Tahura), ia memberikan arahan kepada masyarakat dan
membagikan SK Perhutanan Sosial di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Jumat (21/02/2020).

Dimana pada saat Jokowi memberikan pengarahan kepada ribuan masyarakat yang berasal dari beberapa Kabupaten di Riau yang menerima SK dari presiden, disaat itulah Jokowi memanggil tiga orang perwakilan dari masyarakat untuk berbincang dengan presiden di podium, dan seorang wanita yang berasal dari Kabupaten Pelalawan, sontak berteriak saat diberikan kesempatan dan tiba-tiba masyarakat menjadi heboh melihat aksi nekat ibu tersebut.

"Hidup Pak Jokowi, hidup PDI Perjuangan. Saya dari Pelalawan, saya minta tolong sama Pak Jokowi, lahan kami dieksekusi oleh DLHK. Mohon bantuannya Pak Jokowi. Ada banyak alat berat disitu pak, ada eskapator, loder, tolonglah kami Pak kami yang dibawah ini tidak punya apa-apa, tidak sekolah," teriak ibu yang tidak diketahui namanya itu, tepat disamping Jokowi.

Lalu Presiden Jokowi langsung merespon teriakan ibu tersebut, dan memberikan atensi kepada Gubernur Riau dan Kapolda Riau, untuk memeriksa kembali lahan yang dimaksud oleh ibu tersebut di Desa Gondai.

"Iya, iya, iya saya nangkap, milik PT?, Pak Gub dan Pak Kapolda tolong dicek, tolong dicek di lapangan. Saya akan turunkan tim dari Jakarta kalau tidak selesai. Pegang dulu," tegas Jokowi dengan logat jawanya sambil menunjuk Gubernur Riau dan Kapolda Riau.

Selanjutnya Jokowi menegaskan, memang permasalahan sengketa lahan banyak terjadi di Indonesia. Itulah sebabnya pemerintah memberikan SK Perhutanan Sosial untuk masyarakat, agar terlindung dari hal seperti yang terjadi di Kabupaten Pelalawan itu.

"Bapak ibu sekalian, di seluruh tanah air, sengketa seperti ini banyak sekali, bukan hanya puluhan, ratusan, bahkan ribuan. Itulah sebabnya kenapa SK dan sertifikat seperti ini diberikan. Hingga saat ini sudah 21 juta sertifikat hak milik diberikan kepada masyarakat, untuk apa?, agar tidak terjadi sengketa-sengketa seperti ini," tandas Jokowi.***Jm.Tampubolon