Mitos Belati Raksasa yang Jatuh Dari Langit di Bukit Manik, Kabupaten Bandung Barat

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Mitos Belati Raksasa yang Jatuh Dari Langit di Bukit Manik, Kabupaten Bandung Barat

MEDIA DETIL 1
Senin, 13 Januari 2020

INVESTIGASINEWS.CO
NASIONAL. Ahad 12/01/2020. Pengendara yang suka bolak-balik lewat Bandung-Cianjur via Cipatat pasti tidak asing lagi dengan Belati Raksasa yang tertancap di atas tebing saat melintas Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Anda mungkin akan bertanya-tanya bagaimana belati raksasa tersebut bisa berada diatas tebing Gunung Manik dengan ketinggian 48 meter itu?. Apakah benda itu jatuh dari langit?

Belati tersebut sudah ada dan menancap diatas tebing sejak tahun 2004 lalu, ada beberapa mitos yang beredar bahwa belati itu muncul dari dalam gunung berbarengan dengan tsunami aceh dan gempa di Jawa Barat.

"Banyaknya mitos-mitos yang beredar di masyarakat bahkan ada pula yang menyebutkan kalau malam belati tersebut menyala", ucap Ketua Forum Pemuda Citatah, Asep Sulaeman.

Cerita sebenarnya, kata Asep, belati setinggi 3 meter itu dibangun pada 2004 oleh Zeni Pusdikpassus (sekarang Pusdiklatpassus).

"Belati itu dibuat sebagai penanda area latihan panjat Kopassus, soal malam belati tersebut menyala karena memang belati tersebut diberi lampu", sambungnya.

Karena Gunung Manik atau tebing 48 ini sudah dipakai latihan oleh Tentara RPKAD sejak 1965, meskipun demikian Asep tak menampik disekitar belati itu memang ada area yang disakralkan oleh warga, karena ada makam keramat yang dipercaya warga sebagai tempat persemayaman Eyang Manik.

"Belati tersebut tak tertancap namun di cor dibagian dasarnya, dan untuk mencapai puncak tak perlu memanjat, kita bisa melalui jalur samping yang lebih aman, dan begitu sampai puncak kita akan disuguhkan dengan pemandangan khas Citatah yang sangat indah. Bagi yang suka memanjat dan buat umum juga boleh memanjat disini, tapi harus berkoordinasi satu minggu sebelum kegiatan, karena di area tebing perwakilan dari Pusdiklatpassus yang bertugas merawat, terutama merawat pohon dan tetumbuhuhan", tutupnya.***Haerudin & Nur