Kabupaten Lebak Bentuk Laboratorium Inovasi

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Kabupaten Lebak Bentuk Laboratorium Inovasi

MEDIA DETIL 1
Senin, 16 Desember 2019

INVESTIGASINEWS.CO
Lebak. Senin 16/12/2019. Permasalahan pembangunan daerah pada dasarnya merupakan situasi atau kondisi yang menggambarkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Inovasi dalam pelayanan publik hadir dalam rangka menjawab persoalan tersebut melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, untuk mendekatkan harapan dengan kenyataan, atau bahkan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

Untuk itu kehadiran beragam inovasi pelayanan publik merupakan sebuah kebutuhan yang bukan hanya sekedar menghadirkan program-program pemerintah daerah, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Jelang konfrensi pers, saat ditanya oleh awak media terkait kurangnya kota layak anak dan KOTAKU (KOta TAnpa KUmuh) di kota Rangkasbitung, Bupati Lebak Iti Jayabaya, menjelaskan bahwa terkait hal itu asset asset dan potensi yang ada dikabupaten lebak masih banyak dikuasai oleh pihak swasta sebagai HGU, untuk itu pihaknya telah bekerjasama dengan kementrian terkait agar bisa mengimplementasikan keinginan warga lebak.

"Sebagai contoh blok kongsen yang telah dibangun TAMAN HATI  sekitarannya masih dimiliki pihak swasta dan baru baru ini pihaknya telah berkoordinasi agar blok kongsen dapat direnovasi sebagai taman layak anak", ungkapnya.

Ditambahkan pihaknya telah membentuk LABORATORIUM INOVASI (LABINOV) dalam rangka penggalian ide ide inovasi dari seluruh ASN pada OPD dan telah menghasilkan 64 inovasi daerah tentunya tidak hanya fokus pada penerapan sistim informasi, tetapi ada juga yang bergerak dengan memberdayakan masyarakat.

Pada Pekan Inovasi Daerah kali ini menetapkan tahap akhir dari 5 tahapan dalam LABINOV. Adapun ke 5 tahapan tersebut adalah DRUM-UP (menggugah dan menginsfirasi), DIAGNOSE (menemukan ide), DESIGN (merancang inovasi), DELIVER  (melaksanakan inovasi) dan terakhir adalah DISPLAY (promosi), harapannya.

“Semoga inovasi terus berkembang dan selalu ada evaluasi", pungkasnya.***farid