Reses Ke-1 Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi di Desa Seponjen Kecamatan Kumpe, Dapil 2 Kumpe Ulu

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Reses Ke-1 Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi di Desa Seponjen Kecamatan Kumpe, Dapil 2 Kumpe Ulu

MEDIA DETIL 1
Sabtu, 12 Oktober 2019

INVESTIGASINEWS.CO
MUARO JAMBI. Sabtu 12/10/2019 telah diadakan rapat reses di Desa Seponjen oleh Budiman Busro SE, anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, bertempat di gedung aula desa.

Dalam reses pertama ini, ia didampingi Kepala Dinas Perkebunan Pertanian PU, Kasi Subak Paut Dinas Pendidikan. Hadir masyarakat Desa Seponjen.

Budiman Busro SE, dalam rasa mengatakan, "Kami adakan reses ini agar bisa tahu apa keluhan dan permasalahan di Desa Seponjen dan Insa Allah kami akan berusaha sekuat mungkin membangun Kabupaten Muaro Jambi tentang sarana jalan dan sekolahan yang tidak layak dihuni juga masalah perkebunan kelapa sawit", terangnya.

Salah seorang warga, Sabli, selaku ketua kelompok tani mengajukan pertanyaan tentang saluran pengangiran dan bantuan bibit padi.

Kepada dinas Pertanian Muaro Jambi, "Khusus di Desa seponjen ada tujuh Kelompok tani, kami akan usahakan agar tujuh kelompok tani itu bisa mendaptkan bantuan bibit dan sangat perlu agar  peningkatan hasil masarakat bisa lebih maju", jawabnya.

Sementara, Andika, masarakat Desa Seponjen RT.05 Dusun sungai Lais mmempertanyakan, Pertama tentang lanjutan pembangunan timbunan bebas banjir yang terletak di dusun Sungai Lais agar musin banjir masarakat tidak susah untuk mengelola hasil perkebunan untuk keluar ke jalan umun. Dan masalah kelapa sawit yang sangat banyak merugikan masyarakat karena banyak memakai bibit legal, bukan bibit unggul kebanyakan, akhirnya tidak berbuah, padahal sudah mencapai ukuran 5-6 tahun. Apa solusinya", tanyanya.

Terkait hal, dijawab oleh Kadis Perkebunan, "Kami selaku Kadis Perkebunan sudah mengajukan dana kepada pemerintah, alhamdulilah kita dapat bantuan dana untuk mengelola ulang perkebunan kita agar diganti dengan bibit unggul, agar perkebunan kelapa sawit tidak merugikan lagi", unkapnya.***andiferi