TRAGIS. Anak Ini Tersambar Api Unggun Saat Ikuti Kegiatan Pramuka

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

TRAGIS. Anak Ini Tersambar Api Unggun Saat Ikuti Kegiatan Pramuka

MEDIA DETIL 1
Jumat, 22 Maret 2019


INVESTIGASINEWS.CO
NASIONAL. Pada tanggal 27-10-2017 lalu, di salah satu sekolah SLTP di Lampung diadakan kegiatan pramuka yang memakan korban seorang siswa bernama Fiko yang mengalami luka bakar disekujur tubuh yang diperkirakan hampir 70%.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15:00 WIB, salah seorang guru pembina pramuka, menyuruh murid-muridnya membuat api unggun. Saat setelah semua kayu terkumpul, seorang murid bernama Fiko mau menyiram minyak yang ada dalam botol air mineral bekas, yang diduga tercampur dengan bensin, seketika itu juga api menyambar tubuh Fiko hampir lima menit.

Setelah api berhasil dipadamkan dari badan Fiko, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Metro Pusat, dirawat selama 37hari.

Namun pihak Rumah Sakit Metro Pusat tidak sanggup, dan dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung selama dua bulan, kemudian dirujuk lagi ke RSCM Jakarta.

Hal itu diceritakan orang tua kandung Fiko, Firmansyah kepada media INVESTIGASINEWS.CO, Jumat 22/03/2019.

"Sampai saat ini anak kami masih dalam masa pengobatan dan harus dioperasi lagi di bagian jari tangan dan daun telinga. Kami merasa sangat kecewa dan dibohongi dari pihak sekolah dan kami hanya berharap pada Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung agar dapat segera membantu anak kami, Fiko", ujar Firmansyah berharap. 

Firmansyah juga menyayangkan, bahwa pihak sekolah tidak menganggap kejadian ini serius yang hingga saat ini, korban belum sembuh total. Pihak sekolah hanya memberikan bantuan pada korban sebesar Rp14.500.000, dan itu pun didapat dari pungutan seluruh siswa.

"Selama beberapa bulan, sekira tujuh bulan di RSCM, saya sudah menyerahkan surat kesepatan damai dengan pihak sekolah, dan pihak sekolah berjanji akan membantu biaya pengobatan anak saya, Fiko, sebesar Rp 300juta. Akan tetapi bantuan itu, sampai saat ini tidak ada sama sekali. Dan yang lebih menyakitkan, tidak adanya perhatiannya dari pihak sekolah", tutup Firmansyah.***nur
Ket. Foto: Kondisi korban akibat luka bakar.