Ambisi Jadi Kades, Diduga Palsukan Ijazah

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ambisi Jadi Kades, Diduga Palsukan Ijazah

Minggu, 17 Maret 2019


INVESTIGASINEWS.CO
Tulang Bawang Lampung. Ahad 17/03/2019. Hingga saat ini diketahui, belum selesai masalah dugaan penyimpangan Dana Desa TA 2015-2017, yang pernah dilaporkan beberapa waktu lalu oleh masyarakat Kampung Gedung Aji ke Inspektorat, kini Kades Gedung Aji terpilih berinisial AH yang menjabat 2 periode ini yang dilantik pada tahun 2017 lalu, diduga melakukan kecurangan dan tindak pidana dalam pemilihan Kepala Desa pada periode pertama tahun 2011 beberapa tahun yang lalu.

Pasalnya, kejanggalan yang mengarah kepada dugaan pemalsuan ijazah MTs sebagai persyaratan untuk pencalonan sebagai Kepala Kampung pada tahun 2011, ditemukan dokumen persyaratan pencalonan kades Tahun 2017, AH tidak lagi menggunakan ijazah MTs melainkan menggunakan ijazah paket B yang setara dengan MTs atau SMP.

Hal itu disampaikan warga setempat,  Husin kepada INVESTIGASINEWS.CO, mengatakan, "Kuat dugaan lolosnya persyaratan administrasi pencalonan Kakam pada waktu itu dikarenakan pada saat itu yang menjabat sebagai camat diduga adalah masih saudara sepupu serta yang terlibat dalam kepanitiaan Pilkades saat itu adalah orang-orang yang sudah dikondisikan untuk menjadi aparatur Pemerintahan Kampung, serta pihak-pihak lain", ujarnya Jumat 15/03/2019.

Melanjutkan, "Adapun dugaan berkas yang dipalsukan oknum Kakam Gedung Aji adalah ljazah Tsanawiyah No: 0218 yang di keluarkan oleh Lembaga Pendidikan Islam 'DAARUL MA'ARIF' Tegineneng Lampung, ditandatangani oleh ketua atas nama (Z.Arifin) dan disahkan oleh Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam 'DAARUL MA'ARIF' (Muh.Assegaf) tertanggal 01 Juni 1981", sambungnya.

Husin juga mengatakan tentang bukti-bukti yang diduga pemalsuan itu, antara lain, ada pada cap stempel, yang semestinya bertuliskan Departemen Agama Tanjung Karang Madrasah Tsanawiyah Negeri. Sedangkan ijazah yang dipakai AH bertuliskan Lembaga Pendidikan Islam dan Yayasan Pendidikan Islam, dan seharusnya ditandatangani oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjung Karang, tapi ijazah AH ditanda tangani oleh Ketua dan pimpinanan LPI DAARUL MA'ARIF.

Di tempat sama, warga lainnya juga mengatakan banyaknya perbedaan dalam ijazah MTs AH yang tidak memiliki nomor induk serta bingkai ijazah. Seperti yang dikatakan Polan (nama disamarkan-red).

Ia mengatakan, "Setelah kita samakan dengan ijazah siswa lain yang kelulusannya yang sama dan satu sekolahannya dengan AH, ternyata sangat berbeda dari sidik jari dan materai ijazah. Serta banyak lagi kejanggalan-kejanggalan yang diduga mengarah pada pemalsuan ijazah," ungkapnya.

Husin dan Polan, atas nama masyarakat Kampung Gedung Aji yang mengetahui hal ini, merasa sangat kecewa atas ijazah yang diduga palsu yang begitu istemewa karena digunakan oleh kepala desa saat itu, hingga bisa lolos verifikasi Tatanan Pemerintahan (Tapem), bagian hukum, kecamatan dan Panitia Pilkades hingga dilantik dan di SK-kan oleh Bapak Bupati Tulang Bawang.

"Kami sangat berharap agar kiranya Bupati dan Aparat penengak hukum untuk menindak lanjuti dugaan pemalsuan ijazah tersebut sampai tuntas, karena ini tindak pidana untuk memberi efek jera supaya tidak terulang lagi kepada yang lain dan merugikan negara selama bertahun-tahun menjabat sebagai kades", sambung Polan warga kampung Gedung Aji ini.

Seperti diketahui, sebagaimana dalam pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pada ketentuan ayat 2, barang siapa dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, kalau hal tersebut dapat mendatangkan kerugian bisa dikenakan pidana.

Terkait hal ini, media sudah berkali mencoba untuk konfirmasi kepada AH, hingga sampai saat ini berita dinaikkan, AH yang sebagai kades terpilih dua periode ini, belum bisa dikonfirmasikan, selalu tidak ada di tempat, dan sudah dicoba menghubungi melalui telpon genggamnya, namun selalu tidak ada jawaban.***ruslan