Keluhan Warga Atas Nasib Pembebasan Lahan Miliknya Untuk Tol Pekanbaru-Dumai 

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Keluhan Warga Atas Nasib Pembebasan Lahan Miliknya Untuk Tol Pekanbaru-Dumai 

Sabtu, 17 November 2018

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK-MINAS. Sabtu 17/11/2018. Pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai saat ini, berjalan sangat lambat. Meski dibangun sejak 2016 silam. Lambannya pengerjaan proyek tol itu dikarenakan ada beberapa persoalan dari pembebasan lahan milik warga setempat. Hingga warga pun mempertanyakan realisasi pembayaran ganti rugi lahan yang tak kunjung selesai itu. Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak terkait.

Asnan Daud Dongoran, Warga RT.06/01 Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau kepada INVESTIGASINEWS.CO, mengungkapkan, lahan milik-nya yang berlokasikan di jalan Yos Sudarso KM. 27 RT.05/01 Kelurahan Minas Jaya seluas 775 M2, menjadi salah satu bidang tanah yang dibebaskan untuk pembangunan akses jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Namun dirinya sangat menyayangkan, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak terkait soal ganti rugi lahan miliknya itu.

"Awalnya dulu sudah acc, dibuatkan rekening untuk kami, kemudian tiba-tiba dibatalkan, katanya dengan dalih di kawasan lahan saya itu ada tanah milik Chevron 100 meter dari kanan kiri  pipa, kami gak mau lah, kami punya surat tanah itu kok. Tadinya sudah sempat akan di bayar sekitar 43 juta lahan saya itu tapi gak jadi. Kalau tetangga saya pak Heri dikatakan akan dibayar 515 juta, tapi malah dipotong menjadi 50 juta yang dibayarkan. Dengan dalih ada tanah Chevron-nya dikawasan lahan kami itu," ungkap Asnan Daud. 

Dirinya juga menjelaskan setelah itu kembali diadakan kesepakatan bahwa lahan milik-nya tersebut akan dibayar sejumlah 27 juta Rupiah, namun dia menolak karana menurutnya harga itu tidak sesuai dengan harga pasaran yang berlaku.

"Akan dibayar 27 Juta sementara menurut harga pasaran tanah di tepi jalan raya untuk saat ini berkisaran 250rb-300rb/meter, padahal tanah saya itu di tepi jalan raya. Jadi sampai sekarang tak ada penjelasannya. Katanya mau ke pengadilan diambil uangnya. Bagaimana pula caranya kami mengambil uang itu di pengadilan? Dan Kami semua yang digantung seperti ini berjumlah delapan orang," keluhnya kepada INVESTIGASINEWS.CO, Sabtu, (17/11/2018).

Dikatakannya lagi bahwa dalam hal ini tentunya dirinya sangat berharap khususnya kepada Instansi terkait (BPN-red) agar segera memberikan kejelasan terhadap lahan milik-nya yang akan dijadikan akses jalan tol Pekanbaru-Dumai itu.***ih