Festival Bekudo Bono Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Riau di Kabupaten Pelalawan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Festival Bekudo Bono Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Riau di Kabupaten Pelalawan

Minggu, 25 November 2018
INVESTIGASINEWS.CO
PELALAWAN. Festival Bekudo Bono adalah salah satu kegiatan pariwisata unggulan Provinsi Riau yang berada di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Kegiatan tersebut telah ditetapkan menjadi acara wisata nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bekudo Bono dalam bahasa daerah disepanjang pesisir sungai Kampar mempunyai makna atau arti menunggang kuda diatas gelombang bono atau surfing diatas papan selancar yang biasanya dilakukan di laut tapi dilakukan di sungai.

Dahulu, berpuluh tahun bahkan beratus tahun, fenomena alam gelombang besar atau yang disebut orang teluk meranti yaitu gelombang Bono sangat menakutkan bagi masyarakat sekitar yang ada di sepanjang pesisir aliran Sungai Kampar tepatnya Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan.

Hempasan ombak yang besar dan tidak sedikit perahu dan kapal motor serta nyawa melayang akibat dasyatnya hempasan gelombang bono yang ada di semenanjung Kampar. Gulungan gelombang bono dengan selimuti berbagai legenda dan misteri membuat fenomena alam ini tidak pernah tersentuh oleh berbagai aktifitas masyarakat tempatan.

Fenomena Bono terjadi tiap bulan ketika air pasang (bulan besar). Pada awalnya masyarakat melihat Bono sebagai sesuatu yang merugikan karena dapat merusak kapal sehingga menggangu transportasi, beberapa kecelakaan terjadi akibat Bono. Akan tetapi beberapa tahun terakhir ini Bono dijadikan tujuan pariwisata untuk berselancar (surfing) oleh para peselancar dunia.

Pemerintahan Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) mulai gencar melakukan promosi fenomena gelombang bono, bahkan sampai ke manca negara. Berbagai kegiatan diadakan setiap tahun guna memperkenalkan potensi pariwisata yang berada di Kabupaten Pelalawan. Salah satunya adalah Festival Bono.

Bono dianggap sangat menantang karena sifat gelombangnya yang unik. Gelombang Bono bisa mencapai tinggi 6 meter dengan kecepatan sampai 40 km/jam, gelombang ini ‘bergerak’ sampai berpuluh-puluh kilometer ke arah hulu. Adanya festival Bakudo Bono, banyaknya wisatawan mancanegara yang datang ke semenanjung Kampar dan maupun lokal tidak sedikit menyaksikan salah satu fenomena gelombang bono tersebut. Dengan adanya festival bono ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong Pendapatan Asli masyarakat tempatan.

Dalam pembukaan Festival Bekudo Bono yang diadakan pada hari Jum'at (23/11/2018) malam di Taman Kreatif Perkantoran Bakti Praja, Bupati Pelalawan yang diwakili Wakil Bupati Pelalawan Drs Zardewan MM menyampaikan bahwa gelombang Bono merupakan suatu fenomena alam yang tiada duanya di Indonesia.

Gelombang Bono adalah gelombang besar yang dasyat yang terjadi di perairan semenanjung Kampar tepatnya di sekitar Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Selanjutnya dengan seiringnya perjalanan waktu dan kemajuan teknologi informasi, saat ini gelombang bono tidak lagi menjadi suatu yang menakutkan dan tidak hanya oleh masyarakat teluk meranti juga dikenal oleh masyarakat dunia khususnya bagi para perselancar (Surfer).

Ditambahkan Zardewan, dan saat ini gelombang bono pun sudah menjadi salah satu objek wisata unggulan bagi pemerintahan Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau.

"Dilaksanakannya Festival Bekudo Bono atau Bono Surfing Festival ini, bukan hanya bertujuan untuk mempromosikan gelombang bono yang melegenda. Tetapi sebagai langkah awal memperkenalkan dan melestarikan keunikan budaya tempatan, sehingga Kabupaten Pelalawan tidak hanya akan dikenal dengan bononya tetapi juga karena keragaman dan keunikan budayanya" tutur Zardewan dalam kata sambutannya.

Sementara itu Kementerian Pariwisata dan Olah Raga melalui Sekretaris Deputi Pengembangan dan Industri, Dra Riwud Muji Rahayu MPd Dalam kata sambutannya di acara penutupan Festival Bekudo Bono di halaman Kantor Camat Teluk Meranti, Minggu (24/11/2018) mengatakan bahwa Acara Bekodu Bono merupakan salah satu event terbaik atau the best event di Propinsi Riau.

"Harapan kita bahwa melalui pariwisata harus ada dampak untuk mensejahterakan masyarakat dan khususnnya di Destinasi Pariwisata. Dan Industri Pariwisata haruslah menjadi salah satu core bisnis yang ada di Propinsi Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan" katanya.

Dalam acara penutupan Festival Bekudo Bono yang berlangsung selama 3 hari tersebut dihadiri Bupati Pelalawan HM Harris yang di wakili Oleh wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri Ibu Dra Riwud Muji Rahayu MPd beserta Rombongan, Kepala Dispora Provinsi Riau, Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIK, Kadispora Kabupaten Pelalawan Andi Yuliandi S.Kom serta tamu undangan dan pengunjung/wisatawan yang berasal dari berbagai daerah termasuk dari mancanegara.***(Adv)