Ket.Foto: Pers Release Kejaksaan Tinggi Riau, HBA 57 Tahun 2017
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Praktek tindak pidana korupsi dengan kebijakan Diskresi selalu disalah artikan. Pelaku tindak pidana korupsi sering kali berlindung dengan alasan kebijakan Diskresi. Hal itu disampaikan oleh Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta SH MH. "Diskresi harus ada tujuan yang jelas manakala menghadapi persoalan yang sifatnya susah dipecahkan, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan," ujarnya, saat Sosialisasi TP4D dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Selatpanjang Meranti, belum lama ini.
Diskresi diterapkan bila dalam peraturan perundang-undangan memberikan pilihan, tidak mengatur atau tidak lengkap seperti adanya stagnasi pemerintahan, sebagaimana klausul Pasal 1 angka 9 Undang-undang Nomor 30 tahun 2014. Dikatakannya, pejabat Tata Usaha Negara perlu memahami arti dari Diskresi, yakni kebebasan mengambil keputusan dalam setiap situasi yang dihadapi menurut pendapatnya sendiri. Diskresi dibolehkan jika tidak bertentangan dengan aturan diatasnya, dan harus dilakukan secara cermat dan akurat serta telah melalui kajian yang mendalam. "Jangan sampai kebijakan Diskresi menjadi topeng pelaku tindak pidana korupsi," ingatnya.
Sugeng juga menjelaskan beberapa tindak pidana korupsi yang terkadang tidak disadari telah dilakukan oleh aparatur pemerintahan, yang harus dihindari jika tidak ingin tersangkut kasus pidana korupsi, meskipun tidak secara langsung merugikan keuangan negara.
Dicontohkannya, seperti membangun sebuah konstruksi bangunan yang seharusnya kuat, namun karena ingin mendapatkan keuntungan lebih kontraktor nakal mengurangi spek, akhirnya bangunan ambruk, sehingga pemborong dapat dipidana. Contoh lainnya, aparatur sipil negara yang turut serta dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa, dimana ASN yang bersangkutan membeli bahan-bahan pada toko miliknya sendiri, hal ini melanggar Pasal 12 huruf i UU Nomor 31 tahun 1999.
Jerat pidana korupsi lainnya, seperti proyek yang dikerjakan oleh ASN bersangkutan atau keluarganya, pemalsuan surat-surat syarat administrasi pemeriksaan, pungli serta menguasai barang milik pemerintah yang sudah tidak menjadi haknya. Diharapkan melalui sosialisasi itu, praktek tindak pidana korupsi dapat diantisipasi. Kebijakan Diskresi Jangan Menjadi Topeng Pelaku Tindak Pidana Korupsi.***mc
Most Popular
-
Foto: Beredar Uang Palsu di Kampung Tuah Indrapura, Pelaku Diduga Masih Bebas Berkeliaran di Sekitar Bungaraya INVESTIGASINE...
-
Foto: Warga Langkat Minta Klarifikasi Kesultanan Deli soal Dugaan Pungutan untuk Lahan Selambo. INVESTIGASINEWS.CO, LANGKAT —...
-
Foto: Pemdes Golo Lebo Klarifikasi Pendataan Rumah Rusak, Sanggahan Masih Dikawal. INVESTIGASINEWS.CO | MANGGARAI TIMUR — Pe...
-
INVESTIGASINEWS.CO Jepara – Aksi demo oleh warga masyarakat desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ...
-
Foto: Krisis Air Bersih Puluhan Tahun, Warga Golo Lebo Tempuh 1 Kilometer Cari Air. INVESTIGASINEWS.CO | MANGGARAI TIMUR — Kr...
-
Foto: Sayuti Dikukuhkan sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kesenian Ibunda Bertuah Desa Secanggang. INVESTIGASINEWS.CO | LANGKAT ...
-
Foto: Dua DPD Partai Berkarya Konsolidasi di Bandung Barat, Perkuat Komunikasi dan Sinergi. INVESTIGASINEWS.CO | BANDUNG BARAT ...
-
Foto: Ketika Api dan Amarah Membakar Tumang: Warga Siak Melawan PT Seraya Sumber Lestari. INVESTIGASINEWS.CO SIAK - Asap hita...
-
IINVESTIGASINWS.CO SIAK. Selasa 25/08/2020. Guna memutus penyebaran Covid-19, Babinsa Koramil 03/Siak Kodim 0303/Bengkalis Serma...
-
Foto: STQ ke-59 Tingkat Kecamatan Secanggang Berlangsung Khidmat, Cetak Generasi Qurani. INVESTIGASINEWS.CO | LANGKAT — S...
Video InvestigasiNews.co
https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured
Video Terpopuler
https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf
Berita Terkini
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu dan BNNK Labura Gerebek Lokasi Diduga Tempat Konsumsi Sabu, Tiga Pria Diamankan
Foto: Satres Narkoba Polres Labuhanbatu dan BNNK Labura Gerebek Lokasi Diduga Tempat Konsumsi Sabu, Tiga Pria Diamankan. LABUH...

Komentar