INVESTIGASINEWS.CO | LABUHANBATU – Ratusan warga Desa Bandar Kumbul, Kabupaten Labuhanbatu, menggelar unjuk rasa di kantor desa, Senin (21/9/2026), menyusul dugaan larangan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar muda-mudi setempat pada Minggu (20/9/2026).
Massa mendesak Penjabat (Pj.) Kepala Desa Bandar Kumbul, Aida Fatwa Hasibuan, SKM, mundur dari jabatannya.
Aksi tersebut dipicu beredarnya pesan WhatsApp yang diduga berisi imbauan kepada warga agar tidak menghadiri acara Maulid di Dusun I.
Pesan itu disebut-sebut berkaitan dengan tidak diundangnya Pj. Kades dan perangkat desa dalam kegiatan tersebut.
Ketua aksi sekaligus Ketua Panitia Maulid, Rian Dasopang, dalam orasinya mempertanyakan dugaan instruksi tersebut. Ia juga menyebut adanya rekaman video warga yang diduga memperlihatkan upaya menghalangi masyarakat menghadiri acara.
Menanggapi protes warga, Aida awalnya membantah telah memerintahkan pelarangan. Ia juga mempertanyakan alasan dirinya tidak diundang dalam kegiatan tersebut, sementara camat dan bupati disebut mendapat undangan.
"Panitia memang tidak berencana mengundang Pj. Kades karena, masyarakat sudah tidak menghendaki Aida memimpin desa", ujar Rian.
Namun, Rian mempertanyakan alasan warga lain ikut diminta tidak menghadiri acara Maulid.
Dalam mediasi di tengah aksi, Aida akhirnya menyatakan bahwa keputusan untuk tidak menghadiri kegiatan Maulid merupakan keputusan pemerintah desa bersama perangkatnya. Namun, ia tetap membantah telah memerintahkan pelarangan terhadap warga.
Rian kemudian membacakan pesan WhatsApp yang disebut berasal dari kepala dusun. Pesan tersebut kurang lebih berbunyi, “Mohon izin, anak-anak (muda-mudi) diminta jangan datang pada acara Maulid Dusun I, sebab Pj. desa dan perangkatnya tidak diundang, sementara camat dan bupati diundang.”
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari perangkat desa. Dalam mediasi, perangkat Desa Dusun VI dan Mailil Julu, termasuk Kepala Dusun Mailul Julu, Mael Rambe, menyatakan bahwa imbauan tersebut merupakan inisiatif mereka sendiri. Aida, atas nama seluruh perangkat desa, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Namun, Rian menilai pengakuan tersebut berbeda dengan keterangan Mael Rambe saat ditemui di rumahnya maupun keterangan dalam rekaman video warga.
"Karena itu, kami menegaskan bahwa masyarakat tetap meminta Aida mundur karena telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya", katanya.
Di tengah situasi yang mulai memanas, Kanit Bhabinkamtibmas Polres Labuhanbatu, Ipda Fitri, hadir untuk menenangkan massa sekaligus memediasi warga dan pemerintah desa.
Meski mediasi telah dilakukan dan permohonan maaf disampaikan, massa menilai persoalan tersebut belum tuntas.
Warga tetap mendesak Pj. Kades Bandar Kumbul mengundurkan diri dan meminta situasi tetap kondusif.
Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait, termasuk Penjabat (Pj.) Kepala Desa Bandar Kumbul, Aida Fatwa Hasibuan, SKM, beserta perangkat desa dan pihak lainnya, untuk menyampaikan klarifikasi, konfirmasi, hak jawab, maupun informasi tambahan atas dugaan pelarangan warga menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagaimana diberitakan.
Redaksi berkomitmen untuk terus melakukan verifikasi dan konfirmasi lanjutan guna memastikan keakuratan informasi, menjaga keberimbangan pemberitaan, serta memberikan ruang yang adil kepada semua pihak sesuai dengan prinsip praduga tak bersalah dan Kode Etik Jurnalistik.***kw
Pengirim: Kepala Biro Kader Wahyu Tanjung
Komentar