Dari Dile untuk Indonesia. Warga Desa Dile Olah Kemiri Jadi Produk Bernilai Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Dari Dile untuk Indonesia. Warga Desa Dile Olah Kemiri Jadi Produk Bernilai Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026

Foto: Warga Desa Dile Olah Kemiri Jadi Produk Bernilai Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional


INVESTIGASINEWS.CO

ENDE, NTT – Warga Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengembangkan potensi minyak kemiri sebagai produk unggulan melalui gerakan "Dari Dile untuk Indonesia". Inisiatif ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat dengan mengolah kemiri menjadi minyak kemiri kemasan yang diproyeksikan mampu bersaing di pasar nasional, Jumat 24 Juli 2026.


Selama bertahun-tahun, petani di Desa Dile hanya menjual kemiri kering kepada pengepul dengan harga sekitar Rp20.000 per kilogram. Padahal, hampir setiap pekarangan warga ditumbuhi pohon kemiri yang tumbuh subur di lahan kering dan memiliki potensi ekonomi yang besar.


Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dile Nua bersama kelompok perempuan desa, masyarakat kini mulai mengolah kemiri menjadi minyak kemiri kemasan sebagai produk bernilai tambah.


Ketua BUMDes Dile Nua, Donatus Seda, mengatakan pengolahan hasil perkebunan di tingkat desa menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


"Potensi kita luar biasa. Sayang kalau nilai tambahnya terus keluar. Kami ingin kemiri Dile diolah di Dile, dijual oleh orang Dile, dan manfaatnya kembali ke Dile," kata Donatus.


Minyak kemiri asal Dile memiliki keunggulan karena dihasilkan dari wilayah beriklim kering yang dikenal menghasilkan kadar minyak lebih tinggi. Selama ini, minyak kemiri telah dimanfaatkan masyarakat secara turun-temurun sebagai bahan kuliner khas Ende, seperti kuah ikan, lawar, dan bumbu rica, serta untuk perawatan rambut tradisional dan minyak urut sebagai ramuan kesehatan.


Karakter tersebut menjadi nilai jual yang dinilai selaras dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alami (back to nature).


Untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional, gerakan "Dari Dile untuk Indonesia" menyiapkan tiga strategi utama.


Pertama, memperkuat kapasitas produksi melalui kerja sama dengan STPM Santa Ursula Ende dalam pelatihan teknik pengolahan, uji mutu, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Kedua, membangun identitas produk melalui merek "Asli Ende – Dari Lereng Kelimutu" agar memiliki ciri khas dan lebih mudah dikenal konsumen.


Ketiga, memperkuat hilirisasi dan kemitraan dengan menjalin kerja sama bersama merek kosmetik lokal sebagai pemasok bahan baku produk perawatan rambut, seperti sampo dan hair tonic. Selain itu, jaringan distribusi akan diperluas melalui kemitraan dengan BUMDes di berbagai daerah.


Donatus menegaskan bahwa produk minyak kemiri Dile memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional.


"Kami tidak minta dikasihani. Kami minta diberi ruang. Kemiri Dile bisa bersaing," tegasnya.


Sebagai langkah lanjutan, koperasi dan BUMDes menargetkan pengurusan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal agar produk dapat dipasarkan di ritel modern maupun melalui platform perdagangan elektronik.


Kepala Desa Dile, Fabianus Mbana, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dalam pengembangan potensi desa. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan mahasiswa STPM Santa Ursula Ende menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya produk unggulan berbasis potensi lokal.


"Kami berterima kasih kepada mahasiswa STPM Santa Ursula Ende yang sudah mendampingi pelatihan dan pengembangan produk dari potensi lokal kami," ujar Fabianus.


Pengembangan minyak kemiri menjadi produk bernilai tambah diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi Desa Dile serta membuka peluang produk lokal Ende menembus pasar nasional.***fr

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

BIL Cup 2026 Resmi Bergulir, 33 Klub Sepak Bola se-Lebak Berebut Gelar dan Lahirkan Bibit Atlet Daerah

Foto: Kakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Lapas Pasir Pangarayan, Tekankan Disiplin dan Zero HALINAR INVESTIGASINEWS.CO LEBAK – Tur...