Foto; Pantai Selatan Menanti Panen.
INVESTIGASINEWS.CO
LEMBATA – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, yakni Nelayan Tani Ternak, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Didukung slogan Siaga Menanti Hujan (Simanja), tanda-tanda keberhasilan mulai tampak di berbagai wilayah, terutama di kawasan selatan Lembata. Curah hujan yang turun lebih awal tahun ini juga menjadi faktor pendukung utama.
Program Nelayan Tani Ternak yang dikombinasikan dengan dukungan program Simanja ternyata membawa berkah bagi para petani di pesisir selatan. Hujan yang turun lebih cepat memberi kesempatan bagi petani untuk lebih awal melakukan penanaman.
“Di wilayah selatan Lembata, hujan turun lebih awal, sehingga kami mulai tanam sejak awal Oktober 2025. Sekarang jagung sudah pada fase berbuah. Dibanding daerah lain di Lembata, kami di wilayah selatan sudah siap menatap hasil tanam,” ujar Sirilus Sili Wuan Mean, seorang petani di wilayah selatan, Jumat 15/11/2025.
Pendapat senada disampaikan Bartolomeus Tolo Todang, petani dari Desa Bour. Ia mengaku tanamannya sempat terlambat ditanam, namun tetap menunjukkan pertumbuhan yang baik. “Kebun saya agak terlambat ditanam, tapi pertumbuhannya bagus, sehingga saya tidak khawatir gagal panen,” katanya.
Menurut Bartolomeus, imbauan melalui program Siaga Menanti Hujan membuatnya lebih siap menghadapi musim tanam. “Kebetulan di wilayah selatan, curah hujan sudah rutin sejak September. Jadi pada pertengahan Oktober saya sudah menanam jagung dan tanaman lainnya. Sekarang jagung di kebun saya sudah mulai meninggi dan akan berbunga,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan bibit jagung dari pemerintah melalui Dinas Pertanian turut meringankan beban petani. “Untuk musim tanam tahun ini, kami tidak mengalami kendala apa pun,” tutup Bartolomeus.***tvb
(tvb)
Komentar