drg. Siska Nakhodai Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lebak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

drg. Siska Nakhodai Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lebak

Rabu, 02 Maret 2022
INVESTIGASINEWS.CO
Lebak - Forum Daerah Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, selenggarakan musyawarah pemilihan kepengurusan periode 2022-2027, Selasa 01/03/2022.

Acara yang digelar di aula kantin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lebak ini, tampak hadir, Lembaga Perlindungan Anak propinsi Banten, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Banten, dinas terkait kabupaten Lebak, akademisi, dosen dan stakeholders yang ada di Kabupaten Lebak.

Peserta yang hadir kurang lebih sekitar 30 orang dengan agenda yang utama memilih kepengurusan yang baru.

Dengan secara aklamasi dan diskusi kecil, maka tepat Pukul 16.43 WIB terpilihlah drg. Siska yang bertugas di UPT Puskesmas Kota Rangkasbitung untuk periode 2022-2027.

Usai acara, drg. Siska berjanji akan memantapkan struktur  kelembagaannya serta terus bersinergi dan berkoordinasi lintas sektoral dengan semua stakeholders di Kabupaten Lebak.

"Forum anak yang dibentuk ini berdasar atas Peraturan Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 18 tahun 2019", terangnya. 

Pada Bab II PerMen ini terkait Penyelengaraan Forum Anak yang dijelaskan pada bagian kesatu tentang kelengkapan.

Berikutnya pada pasal 3 dijelaskan bahwa forum anak dibentuk secara berjenjang, mulai dari tingkat Nasional, Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/ Kelurahan.

Pada Pasal 4 dijelaskan juga alat kelengkapan forum anak terdiri atas :
a. Pembina
b. Pendamping
c. Fasilitator
d. Pengurus
e. Anggota

"Setelah terbentuk kepengurusan Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, kami akan upayakan terus soliditas dan mengimplementasikan sesuai pada pasal 3 dan 4 Peraturan Mentri dimaksud", terangnya. 

Publik telah mengetahui bagaimana kekerasan pada anak di kabupaten Lebak yang tega membunuh anak kandungnya kedalam sumur.

"Ini permasalahan yang sangat kritis bagaimana pasangan keluarga khususnya di kabupaten Lebak  menjadikan cermin agar bisa lebih sabar dan Ikhlas dalam mengayomi keluarga", sambungnya. 

Terkait banyaknya eksploitasi anak di Kabupaten Lebak, pihaknya akan terus mengupayakan kerjasama dengan semua pemangku kepentingan yang ada diKabupaten Lebak.

"Ya, kami akan terus kerjasama dengan semua pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Lebak ini, untuk memberikan pembinaan dan pendampingan", tutupnya.***FARID