Warga Resah, Jalan yang Rusak Akibat Alat Proyek Pompanisasi Air Belum Diperbaiki

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Warga Resah, Jalan yang Rusak Akibat Alat Proyek Pompanisasi Air Belum Diperbaiki

Minggu, 17 Oktober 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Warga resah dengan adanya jalan poros Kampung Kemuning Muda yang rusak setelah dilakukan pemasangan Pipa Proyek Pompanisasi Air untuk persawahan di Kecamatan Bungaraya yang sampai saat ini belum diperbaiki.

Hal ini dikhawatirkan, menimbulkan kecelakaan di musim penghujan, karena timbunan tanah yang terkesan tak beraturan itu licin diatas jalan aspal.

Hal itu disampaikan warga Kampung Kemuning Muda, sebut saja si Polan (yang enggan disebutkan namanya) kepada Sabtu (16/10/2021).

Polan mengaku resah karena jalan yang menjadi aset Kampung Kemuning Muda itu rusak akibat digali oleh alat berat untuk memasukan pipa.

"Bukan saja jalan poros Kampung Kemuning Muda yang rusak, tapi jalan gang dekat makam juga rusak mas, dan sejauh ini belum ada perbaikan dari pihak proyek pompanisasi itu sendiri," ungkapnya.

"Gara-gara jalan dilubangi, kemarin kami lihat ibu-ibu yang mau mengajar sekolah terpaksa tak berani menyebrang, syukurlah ada bapak-bapak warga Kemuning Muda yang mau menyebrangkannya," imbuhnya lagi.

Hal senada disampaikan PJ.Kampung Kemuning Muda Wasito melalui Kepala Dusun I Wijayanto. Ia mengaku resah karena warganya banyak yang mengadu masalah ini kepadanya.

"Saat itu kami sudah pernah memanggil pihak proyek, kontraktor dan bina marga terkait pengerjaan proyek tersebut, namun tidak ada kelanjutan sampai saat ini pak," ungkapnya.

Menurut Pria jangkung yang murah senyum itu, alat proyek bekerja seharusnya tidak menggunakan jalan itu, karena ditakutkan jalan tidak sebanding dengan berat alat, sehingga dapat merusak jalan seperti yang terjadi saat ini.

"Kalau kapasitas kekuatan jalan memadai silahkan aja, toh proyek ini juga untuk kebaikan masyarakat, namun inikan kebaliknya. Saya selaku kepala dusun mewakili masyarakat Kampung Kemuning Muda sangat menyayangkan hal ini, apabila tidak ada perbaikan seperti semula, maka kami tidak segan-segan minindak tegas hal ini bersama masyarakat," tegasnya dengan nada tinggi.

Tidak hanya itu, bekas Jalan Poros Kemuning Muda yang terpotong akibat pemasangan pipa, perbaikanya juga terkesan asal-asalan. Ditambah lagi memasuki musim tanam padi,  ada pipa di areal persawahan yang belum terpasang, dan tentunya membuat warga kususnya petani  merasa rugi karena ditempat pipa yang belum terpasang itu tidak bisa di tanami padi. 

"Inikan proyek pompanisasi air untuk membantu persawahan masyarakat juga, seharusnya pengerjaanya jangan sampai merugikan masyarakatlah," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Manejer Proyek Pompanisasi PT. Cahaya Sriwijaya Abadi, Irwandi ketika dihubungi melalui telpon selulernya mengatakan, bahwa itu memang dibongkar untuk memasukan pipa, dan itu sudah dicor tinggal mengaspal saja.

"Itu tinggal mengaspal saja pak, untuk saat ini memang sudah dicor beton dan kita timbun untuk sementara menunggu cor betonnya kering dulu, baru setelah kering, kita bongkar timbunannya untuk di aspal," jelasnya.

Yang jelas, masih kata Irwan, setelah pipa itu dimasukan kelobang jalan poros, lalu di base dan dicor sekitar 40 cm, lalu ditinggalkan 7 cm untuk aspal. 

"Untuk menghindari lakalantas dari lobang 7 cm itu, maka lobang itu kita timbun pakai tanah agar lebih aman sambil menunggu beton yang dibawah itu cukup umur atau keras," ungkapnya.

Terkait jalan itu becek dan licin akibat tanah timbunan yang tersiram hujan, Irwan mengharapkan agar masyarakat bersabar dulu, menunggu pemasangan pipa yang belum selesai. Karena menurutnya, kalau bekas galian itu langsung diaspal, tentu hasilnya kurang maksimal karena alat berat masih beraktivitas disana.

"Didalam itu masih ada alat yang belum dipasang, masih satu sambungan lagi, redusernya itu masih belum datang dari Jakarta. Kalau alatnya sudah datang, tentu tinggal disambungin dan alat berat bisa keluar," ujarnya.

Ketika ditanya, selain jalan poros yang ditimbun, juga ada gang jalan yang rusak akibat alat berat, apa upaya perusahaan? Ia menjawab, semuanya akan diperbaiki setelah pengerjaan didalam sudah selesai.

"Semua yang rusak akan kita perbaiki kalau semuanya sudah selesai. Karena kalau sekarang diperbaiki, itu akan sia-sia, jalan itu akan rusak kembali, karena alat berat keluar masuk mengerjakan proyek ini yang belum selesai," pungkasnya.***Sugianto