Pekerjaan Rekanan Proyek Drainase Jalan Langon-Sukosono Jepara, Diduga Tidak Memenuhi Standart dan Disinyalir Kuat Kualitas Buruk

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pekerjaan Rekanan Proyek Drainase Jalan Langon-Sukosono Jepara, Diduga Tidak Memenuhi Standart dan Disinyalir Kuat Kualitas Buruk

Selasa, 14 September 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Jepara - Kesadaran rekanan yang minim bahwa infrastruktur dari pemerintah itu untuk kesejahteraan masyarakat, maka bisa dipastikan hasil kerja mutunya rendah dan tidak sesuai spesifikasi dan menyimpang dari RAB (Rancangan Anggaran Biaya). Dan, bisa diduga oknum pemborong nakal dan menghambur-hamburkah uang negara. Bahkan ada dugaan hanya berpikir profit oriented untung besar, dengan cara seenaknya dalam mengerjakan proyek yang semestinya digarap dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan baik kualitas dan masa pakai.

Dalam pantauan dan temuan awak media di lokasi proyek, tepatnya Senin, 13 September 2021, ditemukan dan terlihat kualitas proyek sangat tidak memenuhi standar yaitu Mutu K-BO, Yaitu Beton Ready Mix untuk konsruksi LC/ lantai dasar/ lantai kerja kualitasnya disinyalir kuat dibawah kualitas umum, dan buruknya kualitas atau mutu U ditch yang adalah produk saluran air yang terbuat dari beton bertulang yang dicetak menyerupai bentuk huruf U. 

Nampak papan tulis dalam kegiatan Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan dan Pekerjaan Pembangunan Drainase Jalan Langon – Sukosono.
Kualitas atau mutu rendah dan menyimpang dari spesifikasi umum nampak terlihat seperti proyek Pembangunan Sistem Drainase Jalan Langon - Sukosono yang dikerjakan oleh salah satu rekanan/ kontraktor terlihat amburadul, lantai kerja terlihat tidak memenuhi standar. 

Hal itu disampaikan oleh aktivis berinisial KWS, yang menyayangkan rekanan kerja, dan meminta pekerjaan di dinas PUPR bidang bina marga itu dievaluasi, sebab setelah mendapatkan pekerjaan dibuat tidak sesuai bestek.

Bahkan aktivis lainnya, yaitu aktivis LSM senior berinisial D dengan tegas meminta dinas untuk menyikapi kinerja rekanan yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.

"Saya minta lantai kerja atau BO yang tak sesuai spesifikasi segera dibongkar, sekalipun U-Ditch sudah terpasang,” kata D kepada awak media.

D mengingatkan kepada dinas terkait untuk lebih ketat lagi dalam pengawasannya agar rekanan tidak mempermainkan garapannya.

Sementara, AP salah seorang warga, yang juga wartawan dari media cetak dan online juga kecewa dan menyayangkan melihat hasil pekerjaan pembangunan drainase yang asal jadi.

"Sebagai fungsi kontrol sosial, kami peringatkan kalau sudah dikasih pekerjaan mohon pengerjaannya jangan awur awuran alias sembarangan,” ketus AP.

Main kucing-kucingan dan tidak transparan, papan proyek oleh pemborong, baru dipasang setelah mendapat sorotan keras dari teman-teman dari aktivis dan Media di lokasi proyek.

Terkait hal tersebut, pihak rekanan yang dihubungi KSW, menyatakan bersedia membongkar sesuai dengan pelanggaran yang menjadi temuan di lapangan.

"Saya akan bongkar semua,” kata pelaksana kerja lapangan alias mandor proyek.

Sementara, awak media, Kamis, 9/9/2021, meminta konfirmasi kepada Kabid Bina Marga Teguh Arifianto S.T., M.Ars. soal pekerjaan Pembangunan Sistem Drainase Jalan Langon - Sukosono. Kabid Bina Marga menyampaikan bahwa dirinya tak mau ambil resiko.
"Jika ada temuan pekerjaan yang tidak memenuhi standar, kualitas atau tidak sesuai spesifikasi, akan kami ambil tindakan tegas, kami akan memerintahkan untuk dibongkar tanpa pandang bulu,”  tegas Teguh.

Ditambahkan bahwa ia akan menginstruksikan kepada pengawas jangan sampai lengah dan jangan banyak pertimbangan.

“Jika tak mengikuti aturan, bongkar saja," tutupnya.

Laporan : M. Soleh / Red