Banjir Bandang Langganan Masyarakat Talsim Aekmatio. Sudah Musrenbang Berkali-Kali, Warga Meminta Pihak Terkait Peduli

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Banjir Bandang Langganan Masyarakat Talsim Aekmatio. Sudah Musrenbang Berkali-Kali, Warga Meminta Pihak Terkait Peduli

Selasa, 24 Agustus 2021
INVESTIGASINEWS.CO
LABUHANBATU. Bila musim hujan, tidak jarang air bah yang turun dari bukit Silandorung, Alangposo, Aekkopur dan Aek Bulursina turun dan melimpah di lingkungan warga Talsim Aekmatio, hinggga ke jalan bibas H. Adam Maling yang kerap mengakibatkan banjir.

Banjir bandang ini bukan sekali, sudah terjadi berulang kali hingga air masuk ke rumah warga dan sarana tranportasi jalan tidak dapat dilalui.

Seperti kejadian beberapa hari lalu. Tangkul penahan air jebol bahkan tanah yang berada pada DAS jembatan penghubung di Talsim jadi erosi tergerus akibat derasnya air yang turun dari atas.

Lurah Sirandorung Kamisdan Ritonga SAP. MM. kepada INVESTIGASINEWS.CO saat ditemui Sabtu (21/08) saat berada di lokasi bersama masyarakat melakukan penimbunan.
"Banjir seperti ini sudah berulang kali terjadi. Namun kali ini sudah termasuk volume air bahnya sangat kuat dan besar, hingga tanah yang berada di tepi jembatan ikut erosi hinga air melimpah ke lingkungan warga", terangnya.

Sebanarnya hal yang sama sudah pernah terjadi. Dan itu sudah dapat diperbaiki dengan swadaya masyarakat secara gotong royong memperbaiki dengan menimbun dan membuat benteng penahan dengan goni pelastik yang diisi tanah dan juga menggunakan batu sungai yang ada.

"Dan saat ini jebol lagi. Ya begitulah, kita berusaha menimbun lagi bahkan menggunakan alat berat (beko). Ini semua swadaya masyarakat", sambung Kamisdan Ritonga SAP.MM.

Ketika disinggung tentang program pemerintah pembuatan kanal untuk penampung dan pembuang air, Kamisdan hanya tersenyum.

"Itu sudah berulang kali dibawakan di Musrembang (musyawarah pembangunan) baik kelurahan, kecamatan dan bahkan kabupaten. Namun hingga saat ini tidak terealisasi. Rencana itu sudah berulangkali disurvei yang rencananya saluran air kanal dimaksud menuju Sungai Bilah melewati Sialang Poso dan perkebunan PT. Siringoringo", jelasnya.

Hal yang sama diharapkan warga Aekmatio. SR dan UD, minta agar pemerintah segera menyahuti keluhan masyarakat untuk pembuatan kanal air.
"Sehingga kami lepas dari bencana banjir. Sebab bila banjir datang kami warga tidak dapat beraktifitas. Dan juga beberapa kali ikut swadaya dan gotong royong memperbaiki jalan dan lingkungan yang longsor karena air bah", ucap S.Rial dan disamping UD.***

Penulis Berita: Kader Wahyu