Sidak Apartemen Begawan, Komisi C DPRD Kota Malang Temukan Indikasi Pelanggaran Amdal

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Sidak Apartemen Begawan, Komisi C DPRD Kota Malang Temukan Indikasi Pelanggaran Amdal

Selasa, 25 Mei 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Kota Malang - Apartemen Begawan milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikerjakan oleh PT PP Properti Tbk atau PPPRO disidak langsung oleh anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Senin 24/05/2021.

Dalam sidak langsung yang dilakukan oleh komisi C DPRD di Kelurahan Tlogomas Kota Malang Jawa Timur ini DPRD Kota Malang  meminta penjelasan kepada menejemen Begawan apartemen, terkait bangunan yang menggantung di bibir sungai Brantas.

"Kami meminta kepada menejemen agar segera membuat penyangga bangunan agar dibuat yang lebih kuat, agar kontruksi bangunan aman,” ujar Fathol Arifin Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Senin 24/05/2021.

Komisi C DPRD Kota Malang melalui Fathol Arifin juga mencurigai bangunan terlalu mepet dengan bibir sungai dan pihaknya telah meminta site plan dan beberapa berkas dari perijinan sehingga jika ada pelanggaran biar nanti Pemkot yang menindak.

"Temuan dalam sidak hari ini kami menemukan adanya bangunan yang memakan bibir sungai dan menurut hemat kami setiap bangunan paling dekat harus berjarak 10 sampai 15 meter dari bibir sungai", lanjutnya.

Sementara itu Yogi Wijaya Menejemen Teknik Apartemen Begawan tetap memastikan bahwa sisi bangunan yang menggantung di bibir sungai tersebut dipastikan aman. Dan saat ini sudah diperbaiki secara manual oleh kontraktor PP.

“Kami pastikan bangunan aman, dan sudah kita perbaiki bangunan yang menggantung tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam pantauan dan temuan tim media terdapat sisi bangunan apartemen Begawan yang berhimpitan dengan sungai brantas tersebut terlihat sebagian cor beton yang diduga sangat membahayakan bagi konsumen calon penghuni.
Selain itu, juga terlihat sejumlah pilar yang berada sekitar 10 meter di atas tanah dengan kemiringan sekitar 45°, bahkan terlihat pondasinya tidak menyentuh dengan tanah.***

Laporan: Hury
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO