Per 01 Januari s/d 13 Februari, Karhutla di Riau 55,71 Hektare

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Per 01 Januari s/d 13 Februari, Karhutla di Riau 55,71 Hektare

Sabtu, 27 Februari 2021
Riau Siaga Karhutla: 15 Feb s/d 31 Oktober 2021.

INVESTIGASINEWS.CO 
RIAU. Pemprov Riau secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Status siaga karhutla berlaku mulai 15 Februari hingga 31 Oktober 2021.

"Penanganan bencana karhutla tentunya membutuhkan sinergitas bersama antara pemerintah yang terdiri dari TNI, Polri, Pol PP BPBD, Manggala Agni, Polhut, damkar dan instansi lainnya. Termasuk kelompok-kelompok masyarakat dan dunia usaha," ujar Gubernur, Syamsuar.

Luas lahan terbakar di Provinsi Riau periode 01 Januari - 13 Februari 2021 mencapai 55,71 ha.

Sejumlah 45 titik panas berasal dari beberapa kebakaran hutan dan lahan di: Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

"Berdasarkan data kasus karhutla tersebut di Kabupaten Siak luas lahan terbakar sebanyak 33 ha. Kabupaten Bengkalis 17,7 ha. Kabupaten Rohil 5 ha dan Kota Dumai seluas 0,01 ha," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Senin.

Dia mengatakan, dibandingkan dengan data tahun 2020 terjadi penurunan kasus karhutla di Riau. 

Tercatat berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Riau, untuk perbandingan luas lahan terbakar per 1-13 Februari 2020 mencapai 284,57 ha yang tersebar pada sejumlah kabupaten/kota.

Ia menyebutkan berdasarkan data 2020 itu diantaranya lahan terbakar di Kabupaten Rohil seluas 1,25 ha, di Kota Dumai 32,35 ha, di Kabupaten Bengkalis 65,9 ha, di Kepulauan Meranti 8,5 ha.

Selanjutnya di Kabupaten Siak 98,47 ha, di Kota Pekanbaru 3 ha, di Kabupaten Kampar 2,5 ha, di Kabupaten Pelalawan 5 ha, di Kabupaten Inhu 21,5 ha, dan Kabupaten Inhil 46,1 ha.

"Per 1-13 Februari 2020 ada dua Kabupaten yang nihil lahan terbakar yaitu di Rohul dan Kuansing, memang terjadi penurunan kasus karhutla per periode tersebut di Riau," katanya dikutip dari antara.

Edwar menjelaskan perbandingan titik panas  Satelit Lapan Terra-aqua 1-13 Februari 2020 tercatat sebanyak 60 titik yang terdapat di Dumai 5 titik api, di Bengkalis 27, Kepulauan Meranti 4, Siak 11 titik Pelalawan 7 dan Inhil 6.

Sedangkan untuk tahun ini atau per 1 Januari - 13 Februari 2021 jumlah titik panas sebanyak 45 titik, berasal di Rohul 1 titik, di Rohil 1 titik, di Dumai 4 titik, di Kabupaten Bengkalis sebanyak 10 titik, di Kabupaten Kepulauan Meranti 3 titik, di Kabupaten Siak 4 titik, di Kabupaten Kampar 3 titik, di Kabupaten Pelalawan sebanyak 12 titik.

"Selain itu tercatat titik hotspot di Inhu sebanyak 1 titik dan Inhil 6 titik," katanya.

Mencermati kondisi ini, katanya, seluruh pihak diminta untuk tetap mengoptimalkan kebijakan strategis penanganan karhutla pada tahun 2021 sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla di Riau.

"Kami juga menyarankan untuk mengaktifkan kembali posko-posko karhutla di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/ kota," tutupnya.

Pihak yang ikut melakukan pemadaman selain Manggala Agni KLHK adalah Damkar BPBD Siak, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK), TNI dan Polri.

Penyebab karhutla sampai saat ini belum diketahui. Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan.

Selanjutnya pada Juni-September Riau akan kembali mengalami musim kemarau kedua.***

Laporan: Komar.d
Sumber: mandiri/ riaubisa
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO