Antisipasi Kecelakan, Warga Siak Ini Tanami Pisang di Jalan Rusak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Antisipasi Kecelakan, Warga Siak Ini Tanami Pisang di Jalan Rusak

Kamis, 05 November 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Kamis 05/11/2020. Warga Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Siak, nampaknya merasa kesal dan merasa takut dengan adanya lobang-lobang di Jalan Syarif Kasim yang sudah banyak memakan korban, maka mereka menanami pisang  di lobang yang berada di dekat Simpang 4 Langsat Permai perbatasan dengan Kampung Temusai atau di dekat pasar Minggu itu.

"Tanaman pisang itu sudah mulai dari tadi malam sampai sekarang masih berdiri tegak di tengah jalan, khususnya di tempat lobang yang selama ini sudah memakan korban hingga ada yang meninggal. Tentunya dengan adanya tanaman pisang di tengah jalan, membuat sopir mobil atau motor akan mengurangi kecepatannya untuk melintasi di sekitar lobang tersebut dan akan mengurangi lakalantas," ungkap Wanto, Tokoh masyarakat Kampung Temusai kepada media, Kamis 05/11/2020.

Hal senada diungkapkan Parlan, bukan di sekitar pasar saja yang berlobang, namun didepan rumahnya juga banyak lobang yang mengaga yang tentunya mengacak keselamatan pengendara yang melintasinya.

"Kami juga heran, padahal jalan lintas di depan rumah saya baru saja dibangun namun sudah rusak kembali. Entah itu kualitasnya kurang atau apa kita tidak tahu. Yang jelas kami berharap kepada pemerintah Pemda Siak untuk segera membangun jalan yang rusak ini agar tidak banyak memakan korban," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas  Bina Marga dan Perairan (BMP) Siak Irving Kahar melalui Kepala Bidang BMP Siak, Ari Nofrizal, ketika dihubungi melalui telpon selulernya tidak dapat menerima panggilan,  dan ketika dihubungi melalui WhatsApp, ia menjawab bahwa akan dilakukan perbaikan dengan dana swakelola.

"Untuk perbaikan jalan tahun ini dengan swakelola, tahun depan rencana kita lakukan dengan pemeliharaan berkala bang," jawabnya.
Ketika disinggung masalah jalan yang baru diperbaiki cepat rusak, beliau mengatakan bahwa karena seringnya dilintasi mobil yang muatannya melebihi tonase/ ODOL.

"Yang lewat bukan kapasitasnya bang, tak sanggup lagi jalan kita," pungkasnya dengan singkat.***

Masyarakat diminta untuk bersama-sama menjaga dan melaporkan kegiatan mobil-mobil pengangkut barang yang melebihi tonase/ ODOL, agar jalan mampu bertahan lama dan terpelihara demi keselamatan bersama.
Reporter: Sugianto
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO