Kebocoran Pipa Minyak, Diduga Akibat Keropos, Sudah Lama Tidak Diganti

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Kebocoran Pipa Minyak, Diduga Akibat Keropos, Sudah Lama Tidak Diganti

MEDIA DETIL 1
Rabu, 12 Februari 2020

InvestigasiNews.co
Muara Enim. Rabu 12/02/2020. Mengetahui adanya kebocoran minyak didepan kantor inspektorat, para awak media langsung mendatagi lokasi tersebut. Memang benar adanya kebocoran pipa minyak yang di depan pintu gerbang keluar masuk kantor ispektorat dijalan lintas Palembang

Peyebab kebocoran pipa ini diduga korosip atau keropos karena sudah lama tidak diganti otomatis ada bocor kecil.

Dampak dari kebocoran ini belum bisa diprediksi karena kebocoran pipa ini belum begitu besar. ASekarang sudah ditutupi dari ujung smpai pangkal agar tidak terjadi kebocoran lagi.

Hendri menjelaskan, pergantian pipa diganti pada jaman pilona di perkiraan diganti pada tahun 2016 atau 2015.

"Kami ganti dari sini sampai sungai depan, dulu pipa ini ukuran 378, dampak dari kebocoran ini belum bisa diprediksi yang akan melibatkan bayaknya tanaman disekitar bisa mati diakibatkan kebocoran pipa, karena pada pergantian dijaman pilona dulu untuk pompa hanya 2 jam perhari sekarang sudah ditutup dari ujung ke pangkal agar pipa tidak megeluarkan minyak", ujar Hendri.

Sementara, menurut pegawai kantor inspektorat berinisial, RH, salah satu staf sekretariat menuturkan, bahwa semburan minyak tersebut diketahui sudah mulai meyemburkan minyak pada hari Senin pagi.

"Baunya mulai menyengat, dihawatirkan akan menyebabkan terjadinya kebakaran yang besar, pipa minyak bocor tersebut telah megakibatkan salah satu pegawai dinas inspektorat terjatuh dari atas motor", terangnya.

Akibat kejadian kebocoran pipa minyak ini megakibatkan aktivitas keluar masuk gerbang kantor jadi terhambat dan terganggu.

"Harapan kami agar pihak Pertamina cepat menindak lanjuti atas terjadinya kebocoran pipa tersebut dan bertanggung jawab segera diperbaiki agar aktivitas kantor tidak terganggu", tutup RH.***aji