Bahar Malaka, Pelukis Eksentrik Asal Cimahi

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Bahar Malaka, Pelukis Eksentrik Asal Cimahi

MEDIA DETIL 1
Jumat, 14 Februari 2020

InvestigasiNews.co
Cimahi. Jumat 14/02/2020. Mengenal lebih dekat Bahar Malaka (55 tahun), seorang pelukis asal Cimahi yang karya-karya lukisnya sudah menyebar di kalangan kolektor lukisan dalam dan luar negeri.

Saat jusnalis investigasiNews.co berkunjung ke Galeri lukis di jl. Cihanjuang Cibabat milik pelukis eksentrik dengan tampilan rambut panjang gimbal khas penyanyi reage Jamaica itu, Jumat 14/02/2020, suasana artistik sudah terlihat saat memasuki pekarangan rumah.

Beberapa lukisan dan ornamen barang antik terpampang di dinding luar dan halaman rumahnya. Di ruangan tengah terpajang pula puluhan piagam dan artikel berita perjalanan karir kang Bahar didunia lukis.

Sapaan yang ramah dari kang Bahar memulai perbincangan.

"Hobby menggambar sudah saya geluti sejak masih kecil, walaupun saat itu orang tua saya tidak setuju saya menjadi pelukis, tapi saya menggambar dengan cara sembunyi-sembunyi", ujar Pelukis beraliran Suryalis ini.

Untuk menyalurkan hobi lukisnya Bahar hijrah ke Bali dan belajar melukis selama lebih dari 4 tahun di salah satu pelukis ternama di Legian Bali.

"Saat belajar melukis di Bali saya lebih banyak belajar filosofinya, dibanding belajar tehnisnya, karena belajar melukis bukan masalah mencampur warna misalnya biru dan kuning jadi hijau tapi lebih kepada penjiwaan karena melukis adalah kehidupan", ujarnya.

Untuk kiblat pelukis ia mengaku lebih menyukai karya karya dari pelukis Dede Eri Supriya dan untuk pelukis luar negeri ia berkiblat ke Salvador Dali.

"Saya juga sudah sering mengadakan pameran lukisan di beberapa kota di Indonesia dan di bulan April 2019 kemaren mengadakan Pameran lukisan di Francis dalam sebuah event yang diadakan kedutaan Indonesia dengan tema Festival Cinta Indonesia", terangnya.

Menjadi pelukis adalah pilihan hidupnya.

"Cita-cita ini saya sampaikan dalam do'a ketika saya mencium hajar Aswad, saat saya melaksanakan ibadah Umroh. Alhamdulillah cita cita ini terwujud dan diberi kemudahan", tutupnya.***FENDY