Kurang Nyaman Pelayanan Pasien di RSUD Cibabat Kota Cimahi, Pasien Lapor DPRD

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Kurang Nyaman Pelayanan Pasien di RSUD Cibabat Kota Cimahi, Pasien Lapor DPRD

MEDIA DETIL 1
Kamis, 14 November 2019

INVESTIGASINEWS.CO
Cimahi. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi menyambangi kantor DPRD Kota Cimahi, terkait pasien yang tak kunjung mendapatkan keadilan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Kota Cimahi dan diterima oleh Komisi lV DPRD Kota Cimahi Rabu 13/11/2019.

Hal tersebut, berawal dari gugatan pasien yang bernama Dewi Clara Carolina Hutajulu, anggota LSM Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi yang merasa haknya sebagai pasien diabaikan oleh pihak Rumah Sakit.

Berdasarkan hasil CT Scan Abdomen Kontras yang dilakukan oleh RSUD Cibabat dalam keadaan tidak ada masalah, dan terdapat hasil rujukan oleh Ketua Tim Dokter RSUD Cibabat ke RSKO Jakarta dan di arahkan kepada Dir.Poli Adiksi RSKO.

Tapi ternyata setelah dilakukan CT Scan Ulang yang dilakukan di RS Borromeous dimana hasilnya berbeda, yaitu ada masalah terhadap pasien yang bernama Dewi Clara Carolina Hutajuulu.

"Menurut diagnosa awal di RS Santosa bahwa pasien didiagnosa menderita 7 ruas urat terjepit dan permasalahan empedu. Salah diagnosa ini menjadi tanda tanya besar kenapa hasil CT Scan yang berbeda antara RSUD Cibabat dan RS Boromeo, pasalnya, pasien merasakan sakit yang teramat sangat tapi kenapa hasil yang tidak ada masalah menurut hasil CT Scan dari RSUD Cibabat dan dianggap bahwa si pasien hanya mengalami Adiksi", tutur Kang Dicky Surahman Ketua LSM Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi Kepada Anggota Dewan dari komisi lV.

Dewi (pasien) menuturkan, "Saya berharap bahwa hal seperti ini tidak terjadi lg, diagnosa yang salah dan pelayanan yang kurang baik terhadap pasien siapapun tanpa terkecuali, tidak hanya sekedar SOP, lihatlah dari sisi kemanusiaannya", tuturnya.

Dewi pun menyoroti fungsi kontrol Ikatan Dokter Indonesia Kota Cimahi, "Saya berharap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cimahi bisa menjalankan tugas pokok Ikatan Dokter Indonesia(IDI) yang kebetulan hadir bersama pihak BPJS, Dinas Kesehatan Kota Cimahi dan pihak dari RSUD Cibabat Kota Cimahi", ujarnya.

Ada 2 hal yang pasien ajukan kepada pihak pihak terkait dalam penyampaiannya di hadapan Anggota DPRD Kota Cimahi dari Komisi lV yaitu :
1. Penanganan dan pelayanan Pasien yang lebih Baik
2. Tenaga Ahli yang Memang menjadi specialisasi kedokterannya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Cimahi dari Komisi lV, "Kami hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai fungsi kontrol dan memediasi apa yang telah pihak pasien ajukan", jelasnya.

Sementara, pihak RSUD Cibabat, diwakili oleh (Plt) Direktur Utama RSUD dr Reri Marlia MM  mengatakan, "Ini merupakan masukan yang luar biasa untuk RSUD Cibabat, kami mengakui masih banyak yang harus dibenahi dan ditingkatkan dalam mutu pelayanannya. Tujuan kita memang harus melayani dari segi kualitas pelayanan, outputnya adalah seluruh pasien harus merasa terpuaskan", tuturnya.***deni