Proyek Telan Anggaran Puluhan Milyar, Pihak-pihak Terkait Masih Bungkam

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Proyek Telan Anggaran Puluhan Milyar, Pihak-pihak Terkait Masih Bungkam

Minggu, 23 Juni 2019


INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL. Sabtu 22/06/2019. Proyek pembangunan jalan Polres- Rumah Sakit yang terletak di Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), diduga sebagai ajang korupsi.

Pembangunan jalan cor yang menggunakan dana hasil pinjaman dari PT. SMI yang diduga puluhan Milyar Rupiah pada tahun 2018 ini tidak maksimal, sebab belum genap satu tahun jalan tersebut, sudah mulai retak-retak dan sudah ada banyak berlobang.

Terkait pembangunan jalan tersebut selain diduga jadi ajang korupsi, kwalitas (mutu-red) proyek tersebut patut dipertanyakan, maka dari itu tim investigasi berita ini terus melakukan penelusuran siapa rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, serta berapa sebenarnya nilai anggaran yang dipinjamkan oleh PT. SMI Kepemkab PALI yang telah disepakati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI.

Hingga berita ini terbitan, baik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten PALI, DPRD PALI masih bungkam terkait hal tersebut. Bahkan KETUA DPRD PALI yang dikonfirmasi tim berita sama sekali tidak ada respon. Hal wajar jika masyarakat menyimpulkan anggaran tersebut diduga sebagai ajang oleh pihak-pihak terkait dalam dugaan korupsi.

Seperti yang dilakukan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tegakan Agenda Repormasi (TEGAR) Nurul Fajri, menyoroti keras persoalan ini dan turut angkat bicara.

"Sebagai masyarakat PALI, sudah tentu kita merasa dirugikan jika kontraktor mengerjakan proyek fasilitas umum, tidak mengutamakan kwalitas pekerjaan, serta dari pihak pemerintah juga jangan asal tunjuk kontraktor, apalagi kontraktor yang tidak berbobot", ujar Nurul Fajri.

Nurul Fajri menambahkan, "Sangat disayangkan sekaligus membingungkan, mengapa setiap kali pemenang lelang yang besar pasti orang luar PALI. Sedangkan rekanan asal PALI sendiri orang pribumi meminta proyek semacam Pekerjaan Langsung (PL) saja sulit, padahal kita putra daerah asli, dan jika orang kita sendiri diberikan pekerjaan tentu mereka akan mengejerjakan proyek tersebut dengan baik, toh untuk masyarakat kabupaten kita sendiri, alasanya simpel saja, rumah kita disini, bukan seperti orang luar yang hanya mencari makan disini, wajar kalau kwalitas pekerjaan dinomor sekiankan yang mereka (Kontraktor Luar-red) pikirkan hanya untung besar sebesar-besarnya saja. Saya hanya menghimbau saja kepada pihak-pihak terkait yang seolah tutup mata kepada awak media khususnya tim berita, bukankah peranan media sangat penting juga untuk kemajuan sebuah daerah", paparnya.

Ia berharap, "Saya sebagai Ketua LSM TEGAR, tidak akan tinggal diam dan akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi dan mudah-mudahan proyek pembangunan jalan itu bisa bermanfaat meski kwalitasnya seperti itu", pungkasnya.***mh