Pemugaran Istana Peraduan Siak, Harus Tetap Bentuk Awal dan Tidak Berubah

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pemugaran Istana Peraduan Siak, Harus Tetap Bentuk Awal dan Tidak Berubah

MEDIA DETIL 1
Rabu, 27 Maret 2019


INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Rabu 27/03/2019. Rapat evaluasi Pemugaran Istana Peraduan Siak, hari ini dilakukan di ruang pucuk rebung kantor bupati Siak.

Proses pemugaran bangunan Istana Peraduan ini adalah sebagai bentuk pelestarian cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak.

Sekda Siak Drs T Said Hamzah mengungkapkan, "Pertemuan yang dilaksanakan ini untuk menyatukan berbagai persepsi terhadap pemugaran Istana peraduan. Perencanaan pemugaran Istana peraduan ini telah lama direncanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, dimana sebelumnya masih dikelola oleh pihak kerabat Kerajaan Siak", ujarnya.

Dalam proses pemugaran Istana Peraduan ini, terang Sekda, pembiayaannya dilaksanakan melalui dana CSR bantuan dari PT RAPP yang disepakati pada tahun 2017.

Sementara dari tim TACB, Themas, saat ekspose perkembangan renovasi pembugaran awal istana peraduan sultan siak, dari awal menurutnya sudah melalui kajian-kajian sejarah terkait bentuk awal bangunan, bahan bangunan hingga detail-detail lainnya.

"Karena memang ini cagar budaya yang renovasinya harus melalui kajian kajian yang mendalam, artinya pembangunan dan novasi ini bertujuan mengembalikan bentuk awalnya tidak ada yang dirubah, maupun bahan yang digunakan sudah sesuai. Terkait barang di istana peraduan semuanya sudah diasingkan dan dicuci maupun disimpan sebagai barang cagar budaya, sambil melihat dilayar barang-barang yang sudah diamankan dan di bersihkan tersebut, tidak ada yang disalah gunakan", tuturnya panjang lebar lebar dalam expose yang disampaikan saat itu.

Dari data yang didapatkan secara resmi oleh tim cagar budaya, Irham Kemas menambahkan Istana Peraduan dibangun pada tahun 1916 sebagai hadiah pernikahan dari Sultan Syarif Qasyim I kepada Sultan Agung.

Terkait dengan kota pusaka, bangunan Istana Peraduan berada di kawasan zona inti yang merupakan ketetapan dari Kemendikbud Nomor 164 tahun 2018 lalu.

LAM Siak melalui pak Kilat yang diminta tanggapannya, panjang lebar menuturkan hasil investigasi dilapangan, menemui para pekerja dan melihat pekerjaan saat dirinya turun, memang ditemukan beberapa hal yang tidak lagi sesuai bentuk awalnya, termasuk tinggi perabung saat itu, lebih kurang ditinggikan hampir 30 senti.

"Kami sudah sarankan bahwa itu salah, karena namanya cagar budaya tidak boleh durubah dari bentuk awal, jikapun ada perubahan harus ada berita acara yang disetujui oleh semua tim yang terlibat. Saya sudah menyarankan waktu itu, termasuk temuan - temuan lainnya", ujar Kilat.

Ia mengakui, dirinya sudah bekerja di purbakala sudah hampir 15 tahun hingga pensiun dari PNS. Posisi LAM adalah ditengah dalam hal ini menyarankan dan menegur mana yang dilihat menyalahi.

Pertanyaan yang sangat menohok datang dari salah satu tokoh pemuda Siak, Andi, ia bertanya, "Sekiranya pekerjaan rehab ini dan renovasi yang dilakukan atas istana peraduan ini, kelak terulang seperti kasus masjid raya sultan dipekan baru, yang dikeluarkan dari situs cagar budaya, siapa yang bertanggung jawab?", tanyanya. 

Ternyata tidak ada satupun dari yang hadir saat itu yang mau bertanggung jawab tunggal, menurut Andi, kalau ini terjadi kelak supaya senang dan mudah kami masyarakat menuntut pihak yang bertanggung jawab.

Disayangkan, dalam pertemuan itu, dari pihak perusahaan PT. Arung samudera direkturnya tidak hadir, begitu juga pihak PT.RAPP juga tidak hadir, beda dengan  rencana awal yang akan menghadirkan semua pihak yang berkompeten dalam hal ini.

Terkait ketidak hadiran pihak Perusahaan dan rekanan, dijelaskan Temas, bahwa undangan sudah disampaikan kepada pihak yang bersangkutan.

“Kalau dari pihak kontraktor saat ini beliau masih di Jogja, tapi kalau dari pihak RAPP mungkin mereka ada kegiatan bang. Yang jelas, kita sudah mengirimkan undangan terkait agenda rapat ini ke perusahaan dan saat itu katanya pihak humasnya yang akan datang,” terang Temas.

Diakhir rapat evaluasi ini, Sekda Siak Drs H T Said Hamzah mengajak semua pihak yang hadir dalam rapat tersebut untuk secara bersama mengawal kegiatan-kegiatan yang berlangsung sehingga kedepannya dapat terlaksana dengan baik dan direncanakan proses pemugaran Istana peraduan ini akan selesai tepat waktu.***komar