INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Kamis 24/08/2017, sidang pembacaan amar putusan kasus Karhutla PT WSSI dilaksanakan di ruang sidang Cakra, PN Siak. Hakim ketua Lia Yuwannita, anggota Selo Tantular dan Binsar Samosir. Sementara terdakwa Thamrin Basri didampingi PH-nya, Rudi Zamrud dan Marihot Siregar. Dan Jaksa Penuntut Umum, Indriyani dan Tiyan. JPU pada sidang minggu sebelumnya membacakan tuntutan selama 7 tahun.
Dalam memutus perkara ini, majelis hakim berbeda pendapat atau dissenting opinion (DO). Hakim Lia berpendapat bahwa kebakaran di lahan plasma PT WSSI merupakan unsur kesengajaan. Sedangkan 2 hakim lainnya berpendapat hanya karena kelalaian.
Vonis amar putusan jauh di bawah tuntutan JPU yang disampaikan dalam sidang seminggu lalu. JPU menuntut terdakwa 7 tahun penjara berdasarkan unsur yang dikenakan yakni, pasal 98 ayat 1 UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Sedangkan unsur yang dijadikan dalam amar putusan berdasarkan pasal 99 ayat 1 UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Di mana terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan di lahan plasma PT WSSI.
Usai mendengar putusan majelis hakim 2 tahun, Terdakwa Thamrin Basri tidak rela, "Jangankan 2 tahun, selama 6 bulan ini saja saya dipenjara saya tidak rela. Ini penzaliman, karena saya tidak pernah berbuat dan juga tidak dalam kewenagan saya," kata Tamrin usai menjalani sidang, di lorong PN Siak.
Ia menguraikan, dirinya tidak pernah menjadi penanggung jawab perkebunan di PT WSSI. Jabatannya hanyalah pembantu Humas, dan tidak berkewenangan dalam perkebunan. Namun, pada saat kejadian kebakaran di lahan plasma PT WSSI, ia diminta untuk turun ke lokasi. Karena ia tokoh masyarakat di Koto Gasib, ia merasa punya tanggung jawab moral untuk turun. Apalagi ia ikut membantu pihak perusahaan sebagai pembantu Humas.
"Jadi di mana ranahnya saya menjadi pelaku, atau menjadi penanggung jawab kebun. Sampai kapanpun saya tidak rela," tutupnya. Selanjutnya, Tamrin mengatakan berpikir terlebih dahulu apakah melakukan banding atau tidak.
Demikian juga dengan JPU, saat sidang Indriyani dan Tiyan juga menyebut pikir-pikir di hadapan majelis hakim. Sedangkan di luar persidangan, Indriyani mengatakan pihaknya berencana naik banding.***mayonal.source tribunpekanbaru
Ket.Foto: Beberapa waktu lalu saat PH Terdakwa beri keterangan pers terkait kasus ini.
Most Popular
-
Foto: Laka Lantas di Citeras, Tewaskan Santri, Keluarga Korban Tempuh Keadilan Restoratif. INVESTIGASINEWS.CO Lebak, Banten — ...
-
Foto: PWI–Kemenhan Matangkan Retret 200 Wartawan di Akmil Magelang. INVESTIGASINEWS.CO JAKARTA — Persatuan Wartawan Indonesia ...
-
Foto: Rakor Sosial Ekonomi Pandeglang: Bupati Dewi Dorong Sinergi Pengentasan Kemiskinan. INVESTIGASINEWS.CO Pandeglang — Bupa...
-
Foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Tegas: Jalan Rusak dan Macet Tak Bisa Ditunda, Riau Harus Berani Lebarkan Jalan. INVESTIGA...
-
Foto: Merah Menggelora di Siak! PDI Perjuangan Tegaskan Soliditas, Konsolidasi Perdana Disambut Dukungan Meluas. Mesin Partai Re...
-
Foto: Sembilan Tahun Kelola, Nihil Rawat: Dermaga KITB Ambruk, Jejak “Warisan” Pengelola Lama Dipertanyakan. INVESTIGASINEWS.CO...
-
Foto: UPT Puskesmas Hinaikiri Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Aceh dan Sumatera. INVESTIGASINEWS.CO La...
-
Foto; Dermaga KITB “Tak Kuat Antre”, Ambruk Saat Bongkar Muat di Siak. INVESTIGASINEWS.CO SIAK — Dermaga Pelabuhan Kawasan Ind...
-
Foto: Tahun Baru 2026, Wisatawan Padati Siak, UMKM Ikut Bergeliat. INVESTIGASINEWS.CO Siak Sri Indrapura — Kota Siak Sri Indra...
-
Foto: Malam Tahun Baru 2026 di Siak Aman dan Kondusif. INVESTIGASINEWS.CO Siak Sri Indrapura — Perayaan malam pergantian Tahun...
Video InvestigasiNews.co
https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured
Video Terpopuler
https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf
Berita Terkini
Mahasiswa HIPMMATIM Ende Kawal Janji Pembangunan Jalan di Desa Golo Wuas
Foto; Mahasiswa HIPMMATIM Ende Kawal Janji Pembangunan Jalan di Desa Golo Wuas. INVESTIGASINEWS.CO Manggarai Timur — Himpunan P...
Komentar