Perjuangan Transmigran 1981–1983 Jadi Kenangan, Warga Jatimulya Gelar Doa Bersama

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Perjuangan Transmigran 1981–1983 Jadi Kenangan, Warga Jatimulya Gelar Doa Bersama

Selasa, 18 Agustus 2026

Foto: Perjuangan Transmigran 1981–1983 Jadi Kenangan, Warga Jatimulya Gelar Doa Bersama. 


INVESTIGASINEWS.CO

SIAK — Masyarakat dan pemuda Dusun Jatimulya, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, menggelar doa bersama untuk mengenang perjuangan para transmigran yang menjadi perintis kehidupan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut digelar di lapangan sepak bola Dusun Jatimulya, Minggu (16/8/2026), sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Ketua Karang Taruna Dusun Jatimulya, Muhammad Hanif Asidiq, mengatakan para transmigran yang datang dari Pulau Jawa pada 1981–1983 menghadapi berbagai keterbatasan saat membuka wilayah dan membangun kehidupan baru.


“Perjuangan tersebut tidak mudah. Para pendahulu harus membuka wilayah, membangun kehidupan sosial, serta beradaptasi dengan lingkungan yang baru,” kata Hanif.


Menurutnya, kehidupan yang dinikmati masyarakat Jatimulya saat ini tidak terlepas dari kerja keras dan pengorbanan para transmigran. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak melupakan sejarah dan melanjutkan perjuangan tersebut melalui pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pembangunan masyarakat.


Senada, Bidang Keagamaan Karang Taruna Dusun Jatimulya, Muhammad Luthfi Sofi Mualim Suhaz, menilai perjuangan transmigran bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga bagian dari proses membangun masyarakat dan masa depan generasi berikutnya.


“Kita harus menjadi generasi yang melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara kita sendiri, melalui ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan keagamaan, dan pembangunan desa,” ujarnya.


Kepala Dusun Jatimulya, Jumadi, yang menyampaikan pesan Penghulu Kampung Jatibaru, Jainuri, mengapresiasi perangkat RT/RW dan pemuda yang menggagas kegiatan tersebut. Ia menyebut doa bersama untuk para leluhur dan orang tua yang telah membuka serta membangun Jatimulya telah menjadi agenda rutin tahunan.


“Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan sampai anak cucu kita nanti,” katanya.


Doa bersama tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Jatimulya untuk mengenang jasa para transmigran sekaligus mengajak generasi muda menjaga persatuan dan meneruskan pembangunan yang telah dirintis para pendahulu.*** mg.red

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Sebanyak 26 Logo Masuk, Sayembara Logo HUT Siak ke-27 Resmi Ditutup

Foto: Sebanyak 26 Logo Masuk, Sayembara Logo HUT Siak ke-27 Resmi Ditutup.  INVESTIGASINEWS.CO  |  SIAK — Sebanyak 26 karya des...