Respon Polemik Lomba Desa Pancasila, Pemuda Pancasila Kabupaten Malang: "Pancasila dan Bung Karno Milik Kita Semua"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Respon Polemik Lomba Desa Pancasila, Pemuda Pancasila Kabupaten Malang: "Pancasila dan Bung Karno Milik Kita Semua"

Sabtu, 26 Juni 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Kabupaten Malang - Mensosialisasi Pancasila itu tidak ada punya royalti sehingga semua wajib apalagi bagi kader Partai. Pancasila tidak bisa diklaim milik A B atau C tapi milik seluruh rakyat Indonesia. Demikian juga Bung Karno sudah milik kita semua sebagai tokoh Kemerdekaan.

Hal ini disampaikan Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang terkait polemik Lomba Desa Pancasila.

Seperti dikabarkan investigasinews sebelumnya, Lomba Desa Pancasila menjadi polemik, pasca DPC PKB Kabupaten Malang mempersoalkan program itu dari salah satu partai politik tertentu.

Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo mengatakan, Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM dalam bertugas tentunya menjalankan sumpah jabatannya yaitu patuh setia dan taat terhadap Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 45, NKRI dan Pemerintah.

"Seluruh partai politik, organisasi masyarakat, lembaga dan seluruh elemen yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI tersebut, berlandaskan ideologi Pancasila," ujarnya, Sabtu (26/6/2021) malam.

"Apalagi di surat Sekda jelas mensosialisasikan terkait Pancasila dalam Rangka Hari Lahir Pancasila. Bukan dalam rangka Ultah Partai A atau Ultah Bupati,"

Menurutnya, hal ini dikarenakan Pancasila adalah ideologi bangsa ini dan keberadaannya sudah final sehingga patut dipertahankan apabila ada pihak yang mempermasalahkan lomba Desa Pancasila yang sebenarnya tujuannya baik.

"Apabila yang dipermasalahkan programnya kata dia, maka seharusnya pihak tersebut membuat program tandingan lebih baik dan itu tentunya untuk menggelorakan semangat Pancasila," ungkap tokoh Malang Raya yang akrab dengan sapaan Bogank ini.

Bogank juga dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik manapun serta tidak juga membela partai A maupun partai B.

Sosok Inisiator Duta Pancasila Kabupaten Malang ini juga membandingkan ketia ajang Duta Pancasila yang ia gagas saat ini banyak direplikasi oleh daerah lain.

"Kalau yang dipermasalahkan programnya, maka seharusnya bikin program tandingan yang lebih bagus. Contohnya Mojokerto yang mau nengadopsi Duta Pancasila itu rencana dari Partai D dan N. Semarang Partai G, Kota Malang 3 pimpinan Dewan sdh pernah main ke kantor kami bicarakan Duta Pancasila. Bahkan di Malang legislator Partai N DPR RI sering ajak Duta Pancasila sosialisasi 4 Pilar ke beberapa tempat dan itu tidak masalah," bebernya gamblang.

Bahkan ajang Duta Pancasila kata dia, mejadi percontohan ajang yang serupa. Sehingga ini membuat kegiatan positif mengenai Sosialisasi Pancasila kian beragam. 

Di akhir penyampaiannya, Bogank juga menyampaikan bahwa Pemuda Pancasila Kabupaten Malang juga mengajak seluruh elemen dan berbagai pihak untuk terus menggelorakan kegiatan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila.***Jab