Jalan Kampung Di Siak Ini, Rusak Parah, Pemda: Upayakan Pembebasan Lahan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Jalan Kampung Di Siak Ini, Rusak Parah, Pemda: Upayakan Pembebasan Lahan

Senin, 12 November 2018

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Senin 12/11/2018. Warga Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, mengeluhkan kondisi jalan di daerah mereka. Pasalnya kondisi jalan poros menuju pusat kecamatan Minas yang berada di desa mereka mengalami kerusakan yang cukup parah.

Bahkan kerusakan tersebut terjadi sudah satu bulan belakangan ini. Namun belum tersentuh perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Siak maupun Pihak Perusahaan dari PT. Arara Abadi itu. Terlebih jalan tersebut berada di dalam kawasan PT. Arara Abadi. Hal ini dikeluhakan Haryadi, warga kampung Mandiangin, Kecamatan Minas,  Senin 12/11/2018 pagi.

Menurutnya, kerusakan yang cukup parah berlumpur dan sangat licin dilalui itu terjadi di jalan poros Kampung Mandiangin menuju Pusat Kecamatan Minas yang berlokasi di dalam kawasan PT. Arara Abadi. Bahkan kata dia kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Jika tidak, bisa tergelincir dan terpuruk, hingga tak jarang mobil yang melintas harus di bantu di tarik akibat terpuruk.

"Ini jalan pemda di kawasan PT.Arara Abadi. Untuk saat ini, anak-anak yang ingin berangkat sekolah saja susah untuk melalui jalan itu. Kita minta PT. Arara Abadi itu ikut memperhatikan, karena jalan ini hancur sudah ada sekitar 1 bulan ini. Sejauh ini tidak ada perhatian dari pemda Siak maupun Pihak Perusahan," keluhnya. 

Haryadi juga mengeluhkan kepada anggota dewan, kenapa tidak ada perhatian sama sekali terkait hal itu, "Dewan pun tak ada perhatian, ada pun anghota dewan di Minas ini gak ada juga perhatiannya, jadi kek mana pemerintah ini, sudah kita pilih kok, mereka kemana semua saat kita butuh seperti ini," sambung dia.

Dirinya juga sangat berharap Agar jalan itu segera diperbaiki, baik oleh pemda siak maupun pihak perusahan tersebut, "Kita berharap, agar jalan itu di perbaiki walaupun gak di aspal ya mohonlah dilakukan pengerasan, sebab jalan itu akses satu-satunya kita dari kampung Mandiangin ke Kecamatan Minas, tak ada jalan lain selain itu, kalau bisa segera diperbaiki, anak-anak kita pun pergi sekolah ke Minas susah melintasi jalan itu, khusus-nya anak SLTA karena banyak dari Desa Mandi Angin anak sekolah yang pulang pergi ke Minas," tutur Hariyadi.

Terkait hal ini Martinus.Sp, selaku Penghulu Kampung Mandiangin ketika dikonfirmasi, oleh wartawan INVESTIGASINEWS.CO, mengatakan, "Pertama pengaruh dari ketinggian curah hujan yang turun, karena beberapa hari ini memang turun hujan sangat deras. Belum lagi dengan adanya pendangkalan sungai kampung Mandiangin, yang mana dengan curah hujan yang tinggi daya tampung untuk mengalir ke sungai tidak tertampung lagi. Makanya luapan air sampai kejalan-jalan yang ada di sekitar Kampung Mandiangin. Insya Allah kalau memang tidak hujan sehari atau dua hari itu akan terjadi surut kembali," paparnya. 

Pihaknya sudah berupaya melakukan pemberitahuan kepada pihak perusahan untuk membantu menormalisasikan aliran sungai yang ada di kampung tersebut.

"Kita sudah berupaya untuk kedepannya sebab berkali-kali sudah kita beri tahu kepada pihak perusahan PT. Arara Abadi, karna terjadinya pendangkalan ini memang tanggung jawab meraka di sekitar daerah aliran sungai untuk normalisasi atau melakukan pencucian sungai, dan kemarin mereka sudah melaksanakan pencucian yang hanya sampai cuman 200 meter dan dari pinggir sungai itu. Namun air semakin tinggi sehingga mungkin alat berat untuk memperbaikinya saat ini tidak bisa, jadi nanti apabila curah hujan sudah tidak tinggi maka pihak perusahan mungkin akan melaksanakan normalisasi sungai itu," tutup Martinus.Sp.

Sementara, Camat Minas, H.Hendra Adi Nugraha.S.STP.M.Si, Ketika di temui oleh wartawan INVESTIGASINEWS.CO di ruang kerjanya dirinya mengatakan, bahwa pembebasan lahan sedang diupayakan.

"Sampai saat ini kita sedang melakukan upaya pembebasan lahan untuk jalan itu, dan tentunya butuh proses yang panjang, dan kita dari pemda bukan tidak mau membangun jalan itu, akan tetapi berhubung jalan itu berada di dalam kawasan HGU (Hak Guna Usaha-red) PT.Arara Abadi, jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sebelum kita dapat rekomendasi dari pusat untuk pembebasan lahan akses jalan tersebut, tentunya kita meminta kesabaran dari warga setempat karna sedang kita usahakan untuk pembebasan jalan itu. Itu memang bukan jalan perusahan, tapi jalan milik Negara. Hanya saja berada dalam kawasan HGU Perusahaan," tutup Camat Hendra Kepada INVESTIGASINEWS.CO.***ih