Foto: Gembira Merayakan Maulid dengan Mengenang Sosok Nabi Muhammad SAW: Wujud Kasih Sayang Anak TK Dahlia kepada Anak Yatim Sumayyah.
INVESTIGASINEWS.CO
Pohuwato - perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari kelahiran junjungan Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang kembali ajaran, perjuangan, dan pribadi mulia beliau, tetapi juga menjadi inspirasi untuk meneladani akhlak beliau. Di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, semangat peringatan Maulid Nabi. ini dirayakan dengan cara yang sangat menyentuh.
Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Dahlia Desa Teratai menunjukkan kegembiraan mereka dalam merayakan Maulid dengan sebuah aksi nyata yang mencerminkan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada sesama, terutama kepada anak-anak. Melalui kegiatan berbagi "toyopo" (makanan semabako) dan makanan ringan lainnya serupa sneck kepada anak-anak di Rumah Yatim Sumayyah, para siswa TK Dahlia tidak hanya merayakan hari besar keagamaan, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dan empati yang diajarkan oleh Rasulullah.
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai dan menyayangi anak-anak. Beliau seringkali menunjukkan kelembutan, kesabaran, dan perhatiannya kepada anak-anak, bahkan di tengah kesibukan dakwah dan urusan kenegaraan. Riwayat-riwayat hadis banyak menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW kerap menggendong cucu beliau, Hasan dan Husein, bermain dengan mereka, dan bahkan menghentikan khutbahnya demi menyambut kedatangan anak-anak.
Sikap beliau ini menjadi teladan universal tentang pentingnya memberikan perhatian dan kasih sayang kepada generasi penerus. Anak-anak, dengan kepolosan dan kerentanan mereka, membutuhkan lingkungan yang penuh cinta dan dukungan agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berguna.
Kegiatan yang dilakukan oleh TK Negeri Dahlia Desa Teratai menjadi sebuah cerminan dari pemahaman mendalam akan ajaran Nabi Muhammad SAW. Para siswa TK, meskipun masih sangat muda, diajak untuk ikut serta dalam kegiatan berbagi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam telah tertanam dengan baik di lembaga pendidikan tersebut. Membagikan "toyopo" kepada anak-anak yatim di Rumah Yatim Sumayyah bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi lebih dari itu, merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, empati, dan kebersamaan di kalangan anak-anak sejak dini.
Dengan membagikan "toyopo" ini, anak-anak TK Dahlia tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan semangat perayaan Maulid Nabi. Mereka belajar bahwa kebahagiaan sejati terletak pada saat bisa berbagi dengan orang lain, terutama mereka yang kurang beruntung.
Kegiatan berbagi ini juga sangat relevan dengan kondisi anak-anak yatim yang berada di Rumah Yatim Sumayyah. Anak-anak yatim, yang telah kehilangan figur orang tua, membutuhkan perhatian dan kasih sayang ekstra. Dengan kedatangan anak-anak dari TK Dahlia yang membawa bingkisan makanan dan kehangatan persahabatan, diharapkan dapat mengurangi rasa sepi dan kesedihan yang mungkin mereka rasakan. Interaksi antara anak-anak yang beruntung dan anak-anak yatim ini dapat menciptakan ikatan emosional yang positif, mengajarkan kepada anak-anak dari TK Dahlia tentang arti syukur, dan kepada anak-anak yatim bahwa mereka tidak sendirian dan masih ada orang yang peduli.
Penting untuk dicatat bahwa inisiatif ini datang dari sebuah lembaga pendidikan usia dini. TK Negeri Dahlia Desa Teratai, dengan para guru dan pendidiknya, telah berhasil mengintegrasikan pembelajaran agama dan moral dengan kegiatan praktis. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di usia dini tidak hanya fokus pada pengenalan huruf, angka, dan keterampilan dasar lainnya, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia dan kepribadian yang berkarakter. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak diajarkan untuk tidak hanya menjadi individu yang pintar secara akademis, tetapi juga individu yang peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Pelaksanaan kegiatan berbagi "toyopo" pada hari Kamis, 3 September 2026, menjadi sebuah saksi bisu dari upaya penguatan nilai-nilai persaudaraan dan kasih sayang yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam tradisi Islam, berbagi adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang melapangkan satu kesulitan seorang mukmin dari kesulitan dunia, niscaya Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan di hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan baginya urusannya di dunia dan akhirat"
Hadis ini menegaskan pentingnya membantu sesama, dan kegiatan berbagi yang dilakukan oleh anak-anak TK Dahlia merupakan manifestasi dari ajaran mulia ini.
Proses berbagi ini tentu melibatkan berbagai pihak. Mulai dari guru-guru TK Dahlia yang merencanakan dan mengorganisir kegiatan, orang tua siswa yang turut mendukung dan mungkin membantu dalam penyediaan "toyopo" hingga para pengurus Rumah Yatim Sumayyah yang menyambut kedatangan anak-anak.
Keterlibatan orang tua sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sejak dini. Ketika anak melihat orang tua mereka turut serta dalam kegiatan sosial, mereka akan menirunya dan menjadikannya kebiasaan.
Lebih jauh lagi, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain, komunitas, dan masyarakat luas. Di era modern yang terkadang mengedepankan individualisme, penting untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Maulid Nabi seharusnya tidak hanya dirayakan dengan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan dan mempraktikkan ajaran-ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Meneladani kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak, termasuk anak-anak yatim, adalah salah satu cara terbaik untuk mensyukuri kelahiran beliau.
Perayaan Maulid Nabi di TK Negeri Dahlia Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, melalui kegiatan berbagi "toyopo" ke Rumah Yatim Sumayyah, adalah sebuah perayaan yang penuh makna.
Kegembiraan anak-anak dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW terwujud dalam tindakan nyata menyantuni sesama, terutama anak-anak yatim. Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan empati yang diajarkan oleh Rasulullah SAW telah tertanam dalam hati generasi muda. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, kepsek TK Dahlia. Anita Chaidir, Spd. tidak hanya mengajarkan anak didiknya untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, tetapi juga meneladani akhlak mulia beliau dengan tulus, menciptakan kebaikan yang berlipat ganda dan menyebarkan kebahagiaan di momen yang penuh berkah.***nn
Komentar