Pemerintah Kucurkan Dana Tanggulangi Covid-19, Awak Media Terabaikan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pemerintah Kucurkan Dana Tanggulangi Covid-19, Awak Media Terabaikan

MEDIA DETIL 1
Jumat, 03 April 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
BELITUNG TIMUR. Jumat 03/04/2020. Pers serentak mengabarkan dengan fokus mengedukasi masyarakat tentang tata cara agar terhindar terinfeksi dari bahaya Covid-19, bukan tidak beresiko, namun bagi jurnalis pekerjaan yang ia lakukan demi keselamatan Bangsa dan Negara, tak mengapa.

Bagi beberapa kelompok warga, kebijakan lock-down ala Indonesia (baca: karantina biaya mandiri) itu tidak begitu merepotkan, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai pegawai pemerintah atau pengusaha mapan. Kelompok warga ini, walau di level kepegawaian rendahan sekalipun, masih memiliki harapan untuk mendapatkan tunjangan pembiayaan hidup sehari-hari. Minimal dari gaji bulanan mereka.

Sekretaris Kelompok Kerja Wartawan Belitung Timur (Pokja Wartawan Beltim) Helmi M Fadhil mengatakan, Pemerintah semestinya tidak melupakan kalangan jurnalis sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang wajib diayomi dan dilindungi hidupnya. 

"Berikan akses ke sumber-sumber ekonomi yang ada di lingkungan pemerintah, baik dari alokasi anggaran APBN/APBD maupun bentuk bantuan lainnya. Pemanfaatan keuangan yang bersumber dari dana CSR _(Corporate Social Responsibility) perusahaan-perusahaan yang ada di daerah masing-masing dapat dimaksimalkan membantu warga masyarakat terdampak, termasuk kalangan wartawan", ujar Helmi, Kamis 02/04/2020.

Helmi wartawan Senior di Belitung Timur ini kembali menegaskan kondisi itu merupakan situasi yang dihadapi ratusan ribu jurnalis se-Indonesia. Kehidupan mereka juga amat memprihatinkan, hidup sehari ke sehari dengan pendapatan yang seadanya. 

Senada, Ketua Pokja Belitung Timur Fendi Kuswandi yang akrab disapa Bang Wawan juga mengatakan kondisi wartawan khususnya diwilayah Beltim dan umumnya wartawan se NKRI yang hampir bernasib sama akibat adanya kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah yang memberlakukan "Isolasi Lokal, karantina mandiri" sehingga berdampak pada Jurnalis, awak media dan masyarakat

"Wartawan Indonesia adalah salah satu kelompok rakyat yang selama ini terabaikan di negerinya sendiri terlebih di daerah. Taraf perekonomian kebanyakan para jurnalis tergolong berada dibawah garis pra-sejahtera, pada kondisi saat ini dengan istilah adanya "Lockdown, Karantina Lokal, Isolasi Wilayah" apapun nama lainnya akan lebih membuat Jurnalis dan masyarakat semakin terpuruk", terangnya.***Helmi/Nur