Dugaan Korupsi Dana BumDes, Polda NTB "Sigap" Periksa Saksi dan Terlapor

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Dugaan Korupsi Dana BumDes, Polda NTB "Sigap" Periksa Saksi dan Terlapor

Selasa, 04 Januari 2022
Keterangan Foro: Direktorat Reskrimsus Polda NTB (Foto Istimewa)

INVESTIGASINEWS.CO
Nasional - Kasus dugaan penggelapan uang milik BUMDes Al-Ikhlas tampak semakin diseriusi Polda NTB. Selain memanggil dan memeriksa Kepala Desa Sangiang dan pelapor, Polda NTB melalui Dit Reskrimum juga telah memeriksa dua orang terlapor dan satu orang saksi, Senin (03/01/22).

Kinerja penyidik Subdit III Dit Reskrimum Polda NTB patut di apresiasi. Dalam proses penyelidikan kasus dugaan tindak pidana penggelapan tersebut, dua orang saksi yaitu Arasid H. Imran, SE kepala desa Sangiang dan M. Din telah diperiksa sebagai saksi, kemudian dua terlapor drngan inisial (AB) dan (AR) juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan.

Penyidik Subdit III Dit Reskrimum Polda NTB, AIPDA Sanusi, SH saat dihubungi oleh media ini mengatakan, bahwa pihaknya juga sudah memeriksa dan meminta keterangan dua terlapor dan satu saksi.

"Ya, sedang kami interogasi," katanya melalui pesan WhatsApp.

Selanjutnya, penyidik sedang menunggu kehadiran Candra Wahyoni, S.Hut selaku direktur BUMDes Al-Ikhlas untuk diperiksa sebagai saksi.

Dihubungi oleh media, Candra Wahyoni menjelaskan, bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan penyidik terkait kehadirannya.

"Saya sudah konfirmasi ke penyidik, dalam waktu dekat saya akan menghadap," kata Direktur BUMDes Al-Ikhlas kepada media ini.

Sebagai informasi, kasus dugaan tindak pidana penggelapan uang milik BUMDes Al-Ikhlas desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima terjadi pada tanggal 2 September 2021 lalu. Kemudian dilaporkan pada tanggal 1 November 2021 lalu.

Dalam kasus tersebut, dua orang eks pejabat di Dinas Perhubungan Kabupaten Bima dilaporkan, sementara itu Kepala desa Sangiang, M. Din dan Direktur BUMDes Al-Ikhlas sebagai saksi.***

Laporan Kaperwil Jatim (Jab)